Minggu, 24 Mei 2026

Literasi

Relasi Tasawuf dengan Psikologi

Keduanya memiliki titik temu yang menarik dalam memahami dimensi kejiwaan manusia secara mendalam.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Relasi Tasawuf dengan Psikologi
Nur Salim Ismail
Nur Salim Ismail 

Oleh: Nur Salim Ismail

Tasawuf, sebagai cabang mistik dalam Islam, berfokus pada perjalanan spiritual untuk mencapai kedekatan langsung dengan Tuhan melalui kontemplasi dan pembersihan jiwa.

Sementara itu, psikologi mempelajari perilaku dan proses mental manusia secara ilmiah.

Keduanya memiliki titik temu yang menarik dalam memahami dimensi kejiwaan manusia secara mendalam.

Menurut para ahli, tasawuf bukan hanya sekadar praktik ritual keagamaan.

Tetapi juga sebuah ilmu jiwa (psikologi spiritual) yang menekankan transformasi batin melalui latihan-latihan rohani seperti latihan disiplin (Riyadhah) dan perjuangan melawan nafsu (Mujahadah).

Dalam konteks ini, tasawuf dapat dipandang sebagai bagian dari praktik psikologis untuk memperbaiki akhlak dan kesehatan jiwa.

Sementara itu, psikologi agama mempelajari bagaimana keyakinan agama mempengaruhi perilaku manusia serta kesejahteraan mentalnya.

Psikolog seperti William James, pernah menyoroti pengalaman religius sebagai bagian penting dari kehidupan psikis seseorang.

Ia mengindentifikasi beberapa ciri khas pengalaman religius, di antaranya:
Pertama, Noetic Quality, yaitu memberikan wawasan atau pengetahuan baru yang dianggap benar oleh pelaku meskipun sulit dijelaskan secara rasional.

Kedua, Ineffability, yaitu Sulit diungkapkan dengan kata-kata biasa karena sifatnya sangat pribadi dan mendalam.

Ketiga, Transiency, yaitu Bersifat sementara namun meninggalkan dampak jangka panjang pada jiwa.

Dan keempat, Passivity, yaitu Individu merasa dirinya “diterima” oleh kekuatan lebih besar daripada dirinya sendiri.

Oleh Imam Al-Ghazali, menyatakan bahwa jiwa manusia terdiri atas berbagai tingkatan nafsu.

Jika dikuasai oleh nafsu rendah atau syahwat, maka perilaku akan tercemar oleh buruknya sifat hewani.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved