Sabtu, 23 Mei 2026

Harga Bahan Pokok

Harga Bahan Pokok di Pasangkayu Usai Lebaran, Lombok Keriting dan Tomat Naik

Seperti bawang merah misalnya, saat ini mengalami kenaikan harga mencapai Rp 45 ribu per kg, dari harga sebelumnya hanya Rp 30 ribu per kg.

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Harga Bahan Pokok di Pasangkayu Usai Lebaran, Lombok Keriting dan Tomat Naik
Tribun Sulbar / Taufan
HARGA BAHAN POKOK - Foto beberapa bahan pokok di lapak salah satu pedagang sayur di pasar Kelurahan Bambalamotu, Pasangkayu, Kamis (3/4/2025), usai lebaran, beberapa bahan pokok masih mengalami kenaikan harga, lombok keriting mencapai Rp 90 ribu per kg. 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Harga sejumlah bahan pokok di pasar Kelurahan Bambalamotu, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu Sulawesi Barat (Sulbar) terpantau belum stabil, di hari ke empat lebaran.

Beberapa bahan pokok masih mengalami kenaikan harga cukup tinggi.

Baca juga: Wisata Air Terjun Sondoang Mamuju Kini Sepi Pengunjung Meski Indah dan Masuknya Gratis

Baca juga: Sopir Travel di Mamuju Tengah Kebanjiran Penumpang di Mudik Setelah Lebaran, Harga Naik?

Menurut salah satu pedagang, Surya Ningsih saat ditemui di lapaknya, Kamis (3/4/2025), perubahan harga bahan pokok tersebut tidak stabil.  

Seperti bawang merah misalnya, saat ini mengalami kenaikan harga mencapai Rp 45 ribu per kg, dari harga sebelumnya hanya Rp 30 ribu per kg.

"Kalau bawang putih sih masih stabil dari dulu harganya, yaitu Rp 50 ribu per kg," ucapnya.

Selain itu, tomat juga mengalami kenaikan harga mencapai Rp 10 ribu per kg, dari harga sebelumnya Rp 8 ribu per kg.

Di antara bahan pokok itu, saat ini lombok keriting terpantau mengalami kenaikan harga cukup tinggi, mencapai Rp 90 ribu per kg.

"Padahal sebelumnya harga Lombok keriting hanya sekitar Rp 70 sampai 75 ribu per kg," ujar Ningsih.

Selain mahal, lombok keriting saat ini juga terbilang langka.

Sejumlah pedagang nampak banyak yang tidak menjual bahan pokok tersebut, dengan alasan sulit ditemukan.

"Kemungkinan lombok keriting langka karena masih suasana lebaran, banyak petani yang belum sempat panen," pungkas Ningsih.

Selain itu, banyaknya permintaan lombok keriting oleh konsumen saat lebaran, juga menjadi penyebab bahan pokok tersebut mahal.

Meski mahal, Ningsih mengatakan masih banyak warga yang tetap membeli lombok keriting.

"Ya namanya juga orang butuh, tetap dibeli biarpun mahal harganya," tambahnya.

Di antara bahan pokok yang masih mengalami kenaikan harga usai lebaran, saat ini cabai sirup justru mengalami penurunan harga.

Harga cabai sirup saat ini hanya sekitar Rp 40 ribu per kg, dari harga sebelumnya mencapai Rp 50 ribu per kg.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved