Dokter Mogok Kerja
Alasan Dokter RSUD Majene Batal Mogok Kerja, Utang Rumah Sakit Gimana?
Menurut Dr. Zulfatma isu mogok kerja tersebut pada hari ini dibatalkan dan pelayanan kembali normal.
Penulis: Anwar Wahab | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Tampak-depan-gedung-Rumah-Sakit-atau-RSUD.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE – Mogok kerja yang sebelumnya direncanakan oleh para dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene akhirnya dibatalkan.
Pembatalan ini setelah rapat internal para tenaga medis dan sepakat untuk kembali melanjutkan pelayanan kesehatan secara normal, Senin (24/3/2025).
Baca juga: ASN Pemprov Sulbar Masih Ada yang Berkantor Saat Pemberlakuan Work From Anywhere
Baca juga: Diduga Lakukan Penipuan Modus Jaminan Sertifikat, Mantan Ketua DPRD Mamasa Diciduk Polres Pinrang
Keputusan ini diambil setelah adanya dialog dan kesepakatan untuk mencari solusi terkait masalah utang obat yang menghambat kelancaran pelayanan di rumah sakit tersebut.
Ketua Komite Medik RSUD Majene, Dr. Zulfatma, yang sebelumnya memimpin inisiatif mogok kerja, menyampaikan bahwa setelah rapat internal dengan seluruh tim medis, mereka sepakat untuk membatalkan mogok kerja tersebut.
Menurut Dr. Zulfatma isu mogok kerja tersebut pada hari ini dibatalkan dan pelayanan kembali normal.
"Isu mogok kerja dibatalkan, tidak jadi pak, " Kata Dr. Zulfatma saat dikonfirmasi Tribun Sulbar.com via telepon Senin (24/3/2025).
Sementara itu, Plt. Direktur RSUD Majene, Dr. Musadri, menyambut baik keputusan tersebut dan mengapresiasi sikap para dokter yang masih bersedia memberikan pelayanan kepada pasien.
"Kami sangat menghargai pengertian dan kerjasama dari seluruh tenaga medis. Kami berkomitmen untuk segera mencari solusi terkait utang obat dan memperbaiki fasilitas rumah sakit agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik," ujar Dr. Musadri saat dikonfirmasi Tribun Sulbar.com via telepon.
DPRD Majene, yang sebelumnya juga mendesak penyelesaian masalah ini, berencana untuk memfasilitasi pertemuan antara pihak rumah sakit dan bupati Majene guna membahas langkah-langkah penyelesaian jangka panjang.
Dalam pertemuan tersebut, diharapkan dapat dicapai solusi konkret yang tidak hanya mengatasi masalah utang obat, tetapi juga perbaikan fasilitas rumah sakit yang sudah sangat memprihatinkan.
Dengan keputusan ini, pelayanan di RSUD Majene kembali berjalan normal, dan para pasien dapat melanjutkan perawatan tanpa adanya gangguan lebih lanjut.
Meski demikian, para tenaga medis tetap berharap ada perhatian serius dari pemerintah dan pihak rumah sakit untuk menyelesaikan masalah yang telah mengganggu kualitas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
Laporan wartawan Tribun Sulbar.com Anwar Wahab