Selasa, 2 Juni 2026

Sengketa Lahan

Duduk Perkara Sengketa Lahan di Pekkabata Polman Nyaris Ricuh Libatkan Pedagang Ayam

Suasana di lokasi pun sempat tegang, kedua belah pihak saling adu mulut saat ekskavator mulai digerakkan.

Tayang:
Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Duduk Perkara Sengketa Lahan di Pekkabata Polman Nyaris Ricuh Libatkan Pedagang Ayam
Tribun Sulbar / Fahrun Ramli
Sengketa Lahan - Dua kelompok warga di Kompleks Pasar Sentral Pekkabata, Kecamatan Polewali, Polman, Sulbar nyaris terlibat kericuhan dipicu adanya sengketa lahan, Sabtu (22/2/2025). Awal mula keributan adu mulut terjadi saat salah satu pihak hendak membongkar lapak pedagang. 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Sengketa lahan nyaris berakhir ricuh di Kompleks Pasar Sentral Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Sulawesi Barat (Sulbar), Sabtu (22/2/2025).

Terjadi adu mulut saat pemilik lajan hendak mengeksekusi atau membongkar lapak pedagang menempati lahannya.

Eskavator hendak membongkar sudah berada di lokasi kejadian. 

Baca juga: Polisi Cari Pelaku Pembuangan Bayi di Muara Sungai Anusu Mamuju, Kronologi Penemuan

Baca juga: CATAT! Siswa Belajar Mandiri di Rumah Mulai 27-5 Maret Selama Bulan Puasa

Kios pedagang ayam potong berjejer hendak dikosongkan itu mendapat perlawanan.

Suasana di lokasi pun sempat tegang, kedua belah pihak saling adu mulut saat ekskavator mulai digerakkan.

Pedagang ayam potong emak-emak bahkan nekat hadang ekskavator saat bergerak ke lapaknya.

Beruntung pihak kepolisian dari Mapolres Polman segera datang kelokasi untuk melerai dua belah pihak.

Wakapolres Polman, Kompol Kemas Aidil Fitri mengatakan ketegangan antara warga terjadi karena adanya sengketa lahan.

"Adanya sengketa lahan antara ahli waris Baco Commo dengan ahli waris Hj Sumrah, perkara perdata sudah cukup lama," kata Kompol Kemas Aidil Fitri kepada wartawan.

Dia menjelaskan salah satu ahli waris tanpa memberikan pemberitahuan hendak mengosongkan lahan dengan alat berat.

Sehingga pihak kepolisian langsung bergerak cepat menurunkan personel pengamanan.

Ketegangan pun sempat terjadi saat dua ahli waris saling berhadapan atas sengketa lahan tersebut.

 
"Kita kerahkan personel pengamanan dengan harapan dapat meredam situasi agar ketertiban masyarakat tetap terjaga," ungkapnya.

Dia menyebut warga nyaris ricuh disebabkan keinginan salah satu pihak untuk mengosongkan lahan.

Sementara pihak yang menduduki lahan tersebut sempat memberikan perlawanan untuk bertahan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved