Selasa, 19 Mei 2026

Berita Mamasa

Pasien Hamil Ditandu 5 Jam Perjalan Akibat Jalan Rusak

Iren mengemukakan, pada saat kejadian 7 Februari lalu, ia tak sempat posting lantaran sibuk.

Tayang:
Penulis: Hamsah Sabir | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Pasien Hamil Ditandu 5 Jam Perjalan Akibat Jalan Rusak
dr Iryana
WARGA DITANDU - Tangkapan layar seorang ibu hamil ditandu warga di Desa Pangandaran, Kecamatan Tabulahan Kabupaten Mamasa, lantaran tempatnya tak dijangkau ambulance. Kapus Tabulahan, dr. Iryana, lakukan penjemputan ke daerah terjangkau kendaraan roda empat. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Sebuah video pendek memperlihatkan warga tengah ramai - ramai tandu pasien di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, viral di media sosial.

Video tersebut diposting oleh akun Facebook bernama @Iryana Iryana, pada Sabtu (15/2/2025).

Belakangan diketahui, ternyata pemilik akun tersebut ialah Kepala Puskesmas Tabulahan Kecamatan Tabulahan Kabupaten Mamasa, yakni dr Iryana.

Dalam postingan itu terlihat sejumlah masyarakat tengah tandu salah seorang warga.

Baca juga: Ibu Hamil di Bebanga Kalukku Mamuju Ditandu Karena Jalan Berlumpur dan Licin

Bahkan jelas dalam caption postingan itu, pasien sakit ditandu selama lima jam perjalanan.

"Penjemputan menggunakan ambulance pada pasien desa Pangandaran yang dipikul selama hampir 5 jam. Kami menunggu di desa Burana, yang lokasinya bisa dilalui ambulance," tulis dalam keterangan postingan milik Iryana itu.

Dikonfirmasi Kapus Tabulahan, Iryana, membenarkan adanya kejadian itu. 

Hanya saja kata Iren sapaan Kapus Tabulahan, kejadian itu telah lama namun ia baru post di sosial media miliknya.

"Kejadiannya di tanggal  7 Februari 2025 Dek, cuma baru Kaka posting," ujar Iren saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, via seluler Sabtu (15/2/2025).

Menurutnya, Pasian yang ditandu itu seorang ibu hamil dari Desa Pangandaran, Kecamatan Tabulahan.

"Pasien ibu hamil tapi ada keluhannya, jadi dijemput, lalu diperiksa di Puskesmas dan dirujuk ke rumah sakit Mitra Manakarra, Mamuju," jelas Iren.

Iren mengemukakan, pada saat kejadian 7 Februari lalu, ia tak sempat posting lantaran sibuk.

Apalagi saat itu kata Iren, saat pasien tiba di Puskesmas Tabulahan, tak lama kemudian dirujuk ke RS Mitra Manakarra.

"Saat itu langsung kami antar ke Mamuju, dirujuk," jelas Iren.

Ia tak menapik, pasien tersebut memang ditandu sejauh kurang lebih lima (5) jam perjalanan.

Sebab kata dia, tempat warga itu tak dijangkau ambulance.

Sehingga pihaknya bersama tim menjemput pasien dan menunggu di tempat yang dijangkau ambulance.

"Iya, saat itu kami tunggu di jalan yang dijangkau ambulance," pungkasnya.(*)

Laporan Reporter Tribun-sulbar.com, Hamsah Sabir

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved