Polisi Paksa Aborsi
Oknum Polisi di Mateng Terancam Dikenai PTDH usai Diduga Hamili Pacar hingga Paksa Aborsi
Kapolres Mateng AKBP Hengky K Abadi membeberkan hasil pemeriksaan bahwa Briptu NI sudah menjalin hubungan dengan wanita berinisial AR sejak 2023.
Penulis: Abd Rahman | Editor: Via Tribun
TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU TENGAH- Polres Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, mengungkap fakta soal dugaan oknum polisi yang memaksa pacarnya untuk melakukan aborsi.
Kapolres Mateng AKBP Hengky K Abadi mengatakan, dari hasil pemeriksaan Briptu NI memang sudah menjalin hubungan dengan wanita berinisial AR sejak 2023.
"Keduanya memang sudah pernah membicarakan soal aborsi, tapi tidak pernah dilakukan. Meski keduanya kerap bertengkar," ungkap AKBP Hengky dalam keterangan resminya diterima Tribun-Sulbar.com, Sabtu (15/2/2025).
Mantan Kasubdit Tipikor Ditkrimsus Polda Sulbar itu menuturkan, keduanya juga tidak pernah saling memaksa untuk melakukan aborsi kandungan. Saat ini AR sedang hamil dan dipastikan janin dalam perut dalam kondisi sehat.
"Dari hasil pemeriksaan dokter kandungan RS Mamuju Tengah (Mateng) bahwa AR saat ini sedang mengandung dan kondisi janin dalam keadaan sehat," terangnya.
Namun kata dia, personel Polres Mamuju Tengah inisial NI masih dalam proses pemeriksaan bersama dengan saksi lainya.
Baca juga: Hasil Pemeriksaan Propam Polres Mateng Terhadap Video Viral Oknum Polisi Hamili Pacar Paksa Aborsi
Akan tetapi proses penyelidikan masih terkendala, karena AR sedang berada di Kota Makassar, sementara akses transportasi dari Mamuju ke Makassar terhambat lantaran masih terjadi banjir di beberapa titik.
"Dari pengakuan terduga pelaku NI ia siap bertanggung jawab dan siap menikah AR kekasihnya yang sedang hamil," bebernya.
Kendati demikan, proses hukum akan tetapi berlanjut Bripda NI terancam disanksi Kode Etik Profesi Polri berdasarkan Perpol Nomor 7 Tahun 2022, dengan ancaman hukuman paling berat berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).
Selain itu, perempuan berinisial AR juga telah membuat klarifikasi di akun media sosialnya,ia menjelaskan bahwa tidak ada unsur kekerasan maupun pemaksaan aborsi dalam hubungan mereka.
Sebelumnya, oknum anggota Polres Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar), Bripda NI diduga menghamili pacarnya, AS (21) lalu memaksa korban untuk aborsi.
Baca juga: Diduga Hamili Pacar hingga Paksa Aborsi, Propam Usut Oknum Polisi di Mamuju Tengah
Bripda NI kini dalam pemeriksaan Propam Polres Mateng.
"Iya (Bripda IN) personel Polres Mateng," ujar Kasi Humas Polres Mateng Iptu Saldi M kepada wartawan, Selasa (11/2/2025).
Kasus ini viral setelah wanita AS menggunggah tangkapan layar berisi pesan WhatsApp di media sosial. AS menuding Bripda IN melakukan pemukulan dan memaksanya untuk aborsi.
"Saya sekarang nda masalah ji kau mau bagaimana di belakangku, tapi satu yang kuminta tolong buka sedikit hatimu untuk tanggung jawab," tulis AS.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman
| Anak Mantan Presiden Gus Dur Ungkap Sosok yang Laporkan Pandji ke Polisi Atas Namakan Angkat Muda NU |
|
|---|
| Pilkada Lewat DPRD Langgar HAM, Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi Desak Komnas HAM Turun Tangan |
|
|---|
| Dari Akses hingga Pendampingan, Peran PNM Dukung Ekonomi Keluarga Prasejahtera |
|
|---|
| Tingkatkan Kualitas SDM, Kanwil Kemenkum Sulbar Teken Kerja Sama Dengan Pascasarjana UMI |
|
|---|
| KPK Tangkap Tangan Pegawai Pajak Jakarta Utara, Temukan Tumpukan Rupiah dan Mata Uang Asing |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Polres-Mamuju-Tengah-Mateng-menggelar-press-release-soal-polisi-hamili-pacar-dan-paksa-aborsi.jpg)