Rabu, 27 Mei 2026

PNM

Dari Akses hingga Pendampingan, Peran PNM Dukung Ekonomi Keluarga Prasejahtera

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan menjadi kunci penguatan ekonomi keluarga.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Dari Akses hingga Pendampingan, Peran PNM Dukung Ekonomi Keluarga Prasejahtera
Istimewa/PNM
PNM terus berkontribusi dalam upaya penurunan kemiskinan di Indonesia 

Ringkasan Berita:
  • Angka kemiskinan nasional menurun, namun keluarga prasejahtera masih menghadapi keterbatasan akses ekonomi.
  • PNM melalui program Mekaar telah melayani 22,7 juta perempuan prasejahtera dengan pembiayaan dan pendampingan usaha.
  • Pendampingan berkelanjutan terbukti meningkatkan pendapatan dan kemandirian finansial keluarga.

 

TRIBUN-SULBAR.COM – Upaya pengentasan kemiskinan terus menjadi perhatian bersama di tingkat global maupun nasional, termasuk di Indonesia.

Secara nasional, angka kemiskinan menunjukkan tren penurunan.

Pada Maret 2025, tingkat kemiskinan tercatat sebesar 8,47 persen atau sekitar 23,85 juta jiwa.

Angka tersebut turun 1,37 juta orang dibandingkan periode Maret 2024.

Baca juga: PNM Komitmen Perkuat Layanan Berbasis Customer Experience di 2026

Baca juga: Fokus Melayani dengan Hati, Program Pemberdayaan PNM Perluas Dampak Sosial Sepanjang 2025

Meski demikian, penurunan angka kemiskinan belum sepenuhnya menghapus tantangan di tingkat akar rumput.

Banyak keluarga prasejahtera, khususnya ibu-ibu, masih menghadapi keterbatasan akses terhadap permodalan, literasi keuangan, serta jaringan ekonomi yang inklusif.

Kondisi ini kerap membatasi ruang gerak mereka dalam membangun usaha dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

PNM Dorong Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) telah melayani 22,7 juta perempuan prasejahtera yang tersebar di 6.165 kecamatan di Indonesia.

Program ini tidak hanya menyediakan pembiayaan ultra mikro, tetapi juga pendampingan berkelanjutan melalui penguatan literasi usaha, literasi keuangan, hingga literasi digital agar nasabah mampu mengelola dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Pendekatan pemberdayaan ini menunjukkan dampak nyata.

Berdasarkan riset BRI Research Institute (2024), sekitar 90 persen nasabah PNM merasakan peningkatan kemandirian finansial setelah mengikuti program pemberdayaan.

Sementara itu, hasil riset INDEF (2022) menunjukkan bahwa 74 persen nasabah PNM mengalami peningkatan pendapatan setelah menjadi nasabah.

Hasil ini mencerminkan bahwa akses pembiayaan yang disertai pendampingan berkelanjutan berperan dalam mendorong peningkatan kesejahteraan di tingkat keluarga.

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan menjadi kunci penguatan ekonomi keluarga.

Refleksi PNM - Dalam refleksi kinerja 2025, PNM menekankan bahwa kekuatan utama perusahaan terletak pada sentuhan manusia, empati, dan keberpihakan pada masyarakat prasejahtera
Refleksi PNM - Dalam refleksi kinerja 2025, PNM menekankan bahwa kekuatan utama perusahaan terletak pada sentuhan manusia, empati, dan keberpihakan pada masyarakat prasejahtera (Abd Rahman/PNM for Tribun Sulbar)
Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved