Opini
Kebiasaan Hebat Anak-anak Indonesia
Kebiasaan-kebiasaan ini bukan hanya sekadar rutinitas harian, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai luhur yang telah lama menjadi bagian dari budaya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Furqan-Mawardi-for-Tribun-sulbar.jpg)
Oleh:
Furqan Mawardi
Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Mamuju
TRIBUN-SULBAR.COM - Dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, satu hal yang tak bisa diabaikan adalah kualitas sumber daya manusia (SDM) kita, yang tentu saja dimulai dari anak-anak.
Anak-anak adalah harapan bangsa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga politik.
Untuk mewujudkan generasi yang unggul dan berkualitas, maka kita perlu menanamkan kebiasaan-kebiasaan positif sejak dini. Di sinilah peran Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadi sangat penting.
Kebiasaan yang Mengubah Arah
Gerakan ini berfokus pada tujuh kebiasaan utama yang bertujuan membentuk karakter anak-anak Indonesia, yaitu: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
Kebiasaan-kebiasaan ini bukan hanya sekadar rutinitas harian, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai luhur yang telah lama menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia. Kebiasaan ini adalah fondasi yang kokoh untuk membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat dan memiliki kepedulian sosial.
Mengapa kebiasaan ini begitu penting dan mesti segera diterapkan? Karena tanpa kebiasaan yang baik, sulit untuk mengharapkan lahirnya individu yang bisa menghadapi tantangan besar di masa depan.
Bangun pagi, misalnya, mengajarkan disiplin dan keteraturan dalam menjalani kehidupan. Beribadah tidak hanya memperkuat sisi spiritual anak, tetapi juga mengajarkan mereka untuk selalu bersyukur dan hidup dengan nilai moral yang tinggi.
Begitu pula dengan berolahraga, yang penting untuk menjaga kesehatan fisik sekaligus membangun ketahanan mental.
Makan sehat dan bergizi adalah fondasi bagi perkembangan tubuh dan otak yang optimal, sementara gemar belajar mengarah pada pengembangan intelektual yang tiada henti. Kebiasaan bermasyarakat mengajarkan pentingnya berbagi dan bekerja sama, sedangkan tidur cepat adalah kunci untuk menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.
Membangun Karakter, Mencetak Pemimpin
Namun, tujuan utama dari Gerakan 7 Kebiasaan ini lebih dari sekadar kebiasaan fisik. Seperti yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, pendidikan bukan hanya tentang memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun karakter.
Dan karakter inilah yang akan menentukan bagaimana anak-anak kita berinteraksi dengan dunia, bagaimana mereka menghadapi masalah, serta bagaimana mereka membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
Menanamkan kebiasaan positif pada anak-anak sejak dini adalah langkah konkret dalam membentuk pemimpin-pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki empati, disiplin, dan integritas. Dalam setiap kebiasaan tersebut terkandung nilai-nilai seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, dan rasa saling menghormati—semua nilai yang diperlukan untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan berkemajuan.
Kolaborasi untuk Sukses Bersama
Keberhasilan gerakan ini, tentu saja, tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Ini adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Keluarga adalah pendidikan pertama bagi anak-anak, tempat mereka belajar tentang nilai-nilai dasar kehidupan.
Sekolah menjadi wadah untuk menggali potensi dan membekali mereka dengan pengetahuan yang diperlukan. Masyarakat dan media memiliki peran penting dalam mendukung dan memperkuat kebiasaan positif ini, serta memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Anggotanya Diduga Tabrak Lari Ibu & Balita di Makassar, Polda Sulbar Ngaku Butuh Waktu Menyelidiki
Baca juga: 2 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Perseroda Sulbar Ditangkap di Rumah Kontrakan di Jakarta
Kita perlu bersyukur karena pemerintah saat ini, melalui Kemendikdasmen, sudah memberikan inisiatif yang sangat baik dengan meluncurkan sebuah gerakan yang sangat mulia. Tinggal yang menjadi tanggung jawab bersama adalah bagaimana memperkuat dengan keteladanan dari orang-orang di sekitar anak.
Saya termasuk yang memliki keyakinan, apabila semua pihak saling mendukung dan berkolaborasi, maka kita akan memiliki generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, peduli, dan bertanggung jawab.
Harapan untuk Masa Depan
Harapan kita tentu tidak hanya untuk melihat anak-anak Indonesia yang sehat secara fisik dan cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang mencerminkan bangsa yang besar ini. Dengan menanamkan kebiasaan-kebiasaan positif sejak dini, kita tidak hanya sedang mencetak anak-anak yang unggul di masa depan, tetapi juga menciptakan masyarakat yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih berdaya saing di dunia global.
Melalui gerakan ini, kita semua, sebagai bagian dari bangsa Indonesia, memiliki kesempatan untuk berkontribusi langsung dalam membentuk karakter generasi penerus. Tidak ada yang lebih penting dari memberikan anak-anak kita kebiasaan yang baik, kebiasaan yang akan membentuk mereka menjadi pribadi yang mampu bersaing, bekerja keras, dan memberi manfaat bagi bangsa ini.
Kebiasaan kecil yang kita tanamkan hari ini adalah investasi besar untuk Indonesia yang lebih baik di masa depan. Saya mengajak kepada kita semua untuk mendukung gerakan ini, karena dalam mencetak sebuah generasi hebat mestilah dimulai terlebih dahulu dari kebiasaan hebat.
Kebiasaan Anak Indonesia Hebat adalah kunci menuju Indonesia yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing tinggi di dunia global. (*)
| Prabowonomics Mengubah Market Share Menjadi Market Power |
|
|---|
| Keberpihakan terhadap Ekologi Perspektif Sustainable Ethics dan Ekoteologi Kontekstual di Mamasa |
|
|---|
| Manipulasi Narasi Digital & Profesionalisme Penegakan Hukum: Melawan Arus Trial by Social Media |
|
|---|
| Momentum Pertumbuhan dan Tantangan Kualitas Belanja |
|
|---|
| Ancaman Narkoba di Ujung Jari |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.