Rabu, 15 April 2026

Berita Polman

Pekarangan Rumahnya Sering Dimasuki Hewan Ternak, Pemilik Rumah di Polman Labrak Peternak

Pemilik rumah resah karena terjadi kerusakan tanaman di pekarangan miliknya, serta menimbulkan ketidaknyamanan bagi pemilik rumah

Tayang:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Pekarangan Rumahnya Sering Dimasuki Hewan Ternak, Pemilik Rumah di Polman Labrak Peternak
Polres Polman
Problem Solving - Bhabinkamtibmas Desa Kuajang Brigpol Syainuddin Bersama Kepala Desa Kuajang H. Muhammad S dan Kadus Pakkandoang Bambang Hermanto melaksanakan mediasi atau problem solving di kantor Desa, Kamis (30/1/2025) terkait pertengkaran antara warga inisial NH dan NL terkait seringnya ternak milik NL memasuki pekarangan rumah milik NH yang berada di Dusun Pakkandoang, Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pemilik rumah inisial NH di Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat bersitegang dengan peternak inisial NL.

NH marah karena pekarangan rumahnya serinig dimasuki hewan ternak milik NL.

Pemilik rumah resah karena terjadi kerusakan tanaman di pekarangan milikya, serta menimbulkan ketidaknyamanan bagi pemilik rumah sehingga terjadi keributan.

Tak ingin kejadian berlarut-larut, Bhabinkamtibmas Desa Kuajang Brigpol Syainuddin Bersama Kepala Desa Kuajang H. Muhammad S dan Kadus Pakkandoang Bambang Hermanto melaksanakan mediasi di kantor Desa, Kamis (30/1/2025).

Dalam pertemuan tersebut, petugas memberikan pemahaman kepada pemilik ternak, mengenai pentingnya menjaga hewan ternak agar tidak berkeliaran dan meresahkan tetangga. 

"Selain itu, disarankan untuk memperbaiki pagar rumah agar lebih aman dan mencegah hewan peliharaan masuk ke area rumah orang lain," ujar Syainuddin.

Baca juga: Warga Korban Longsor di Tapodede Mamuju Tolak Direlokasi, Justru Minta Ini

Baca juga: Persib Bandung Vs PSM Makassar: Mengintip Persiapan Kedua Tim, Ini Sosok Pengganti Bojan Hodak

"Kami gelar mediasi, sebagai bagian dari upaya menjaga hubungan harmonis antar warga dan menyelesaikan permasalahan dengan cara yang tidak mengarah pada tindakan kekerasan, melainkan dengan musyawarah dan mufakat," ia menambahkan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved