Berita Pasangkayu
Pedagang Es Cendol Dawet di Pasangkayu Sepi Pembeli Selama Musim Hujan
penjualan es cendol dawet yang belum lama digelutinya ini, mengalami penurunan drastis akibat dampak cuaca hujan yang sering terjadi belakangan ini.
Penulis: Taufan | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Lapak-es-cendol-dawet-Hami-di-depan-SPBU-Ako-Pas.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Musim hujan pada bulan Januari 2025 di wilayah Kabupaten Pasangkayu, menjadi tantangan tersendiri bagi sejumlah pelaku UMKM, khusunya pedagang es cendol dawet.
Hami (37) misalnya, seorang pedagang es cendol dawet saat ditemui di lapaknya, depan SPBU Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (29/1/2025).
Baca juga: Warga Lingkungan Timah Mamuju Belum Tersentuh Bantuan Sembako 3 Hari Usai Banjir
Baca juga: Waspada Banjir dan Longsor! Sulbar Berpotensi Dilanda Hujan Lebat & Angin Kencang hingga 31 Januari
Hami mengeluhkan dagangannya yang sulit laku akibat musim hujan saat ini.
Ibu dari empat anak itu menjelaskan, penjualan es cendol dawet yang belum lama digelutinya ini, mengalami penurunan drastis akibat dampak cuaca hujan yang sering terjadi belakangan ini.
"Barusan lagi menjual ini, karena kemarin sudah tiga hari tidak menjual," terangnya.
Selain itu, akibat musim hujan Hami mengaku kerap terpaksa membuang cendolnya yang tidak laku.
"Terpaksa saya buang karena cepat basu, padahal modalnya itu sampai Rp 200 ribu," ujar Hami.
Wanita akrab dipanggil mama Aril itu juga mengatakan padahal bila di musim panas, pendapatannya kadang mencapai Rp 300 ribu perhari.
"Itupun kalau daganganku habis," singkatnya.
Kondisi ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi dirinya, apalagi untuk menyekolahkan ke empat anaknya, Hami hanya bergantung dari pendapatan penjualan es cendol dawet.
Suami Hami sendiri juga seorang pedagang es cendol dawet keliling.
"Kalau musim hujan begini, tidak ada pendapatan karena kami bergantung pada es cendol dawet ini saja," keluh Hami.
Dia berharap agar musim hujan ini tidak akan berkepanjangan.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan
| Diduga Rem Blong, Truk CPO Tabrak Motor di Pasangkayu, Pasutri Dilarikan ke Puskesmas |
|
|---|
| Truk CPO Tabrak Motor di Karya Bersama Pasangkayu, Pasutri Terluka Dilarikan ke Puskesmas |
|
|---|
| Sarang Tawon Vespa Seukuran Bola Ancam Keselamatan Anak TK, Damkar Pasangkayu Evakuasi |
|
|---|
| Warga Keluhkan LPG Langka, Diskoperindag Pasangkayu Rencana Tambah Pangkalan di Bambaira |
|
|---|
| Minyakita Langka di Kios, Stok Melimpah di RPK Bulog Pasangkayu Dijual Sesuai HET |
|
|---|