Kamis, 4 Juni 2026

Cuaca Sulbar

Waspada Banjir dan Longsor! Sulbar Berpotensi Dilanda Hujan Lebat & Angin Kencang hingga 31 Januari

BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang dapat terjadi di seluruh kabupaten di

Tayang:
Penulis: Suandi | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Waspada Banjir dan Longsor! Sulbar Berpotensi Dilanda Hujan Lebat & Angin Kencang hingga 31 Januari
PUPR Mamuju
Dinas PUPR Mamuju yang sedang mengangkut material longsor yang timbun rumah warga di Tamasapi, Keluruhan Mamunyu, Kabupaten Mamuju, pada Selasa (28/1/2025). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Tampa Padang mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) yang berlaku hingga 31 Januari 2025.  

BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang dapat terjadi di seluruh kabupaten di Sulbar, yaitu Mamasa, Mamuju, Majene, Mamuju Tengah, Polewali Mandar, dan Pasangkayu.

Baca juga: Pemkab Mamuju Segera Normalisasi Kanal Cegah Banjir

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kabupaten Mamuju Tengah: Potensi Hujan Lebat Sore Ini

Prakirawan BMKG, Ayu Indrawati, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh beberapa fenomena meteorologi.

Kata Ayu, seruakan dingin (Cold Surge), yaitu angin dingin dari utara mulai memasuki wilayah Indonesia.  

Selain itu, terjadi fenomena gelombang rossby, yaitu gelombang atmosfer yang memengaruhi intensitas curah hujan, khususnya di wilayah selatan Pulau Sulawesi.  

Selain hujan lebat, BMKG juga mencatat potensi angin kencang dengan kecepatan 2–30 kilometer per jam di seluruh wilayah Sulbar.  

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang, yang berpotensi terjadi akibat hujan lebat dan angin kencang.

  

"Peringatan ini berlaku hingga 31 Januari 2025. Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi terkini dari BMKG dan meningkatkan kewaspadaan," ujar Ayu Indrawati saat dikonfirmasi melalui layanan WhatsApp BMKG, Rabu (29//1/2025).

Ia menambahkan, wilayah yang paling berpotensi longsor yaitu di Kabupaten Mamuju dan Mamasa.

"Berdasarkan peta Inarisk terkait dengan kerentanan terjadinya Tanah longsor, terdapat potensi terjadinya longsor untuk khusunya di wilayah Mamasa dan Mamuju, karena potensi terjadinya hujan lebat di wilayah tersebut cukup tinggi," pungkasnya.(*)

Laporan Reporter Tribun Sulbar Suandi 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved