Makan Bergizi Gratis
PKC PMII Sulbar Harap Kepemimpinan Baru BGN Perkuat Keamanan dan Kualitas Menu MBG
PKC PMII Sulbar berharap kepemimpinan baru di BGN mampu memperkuat sistem pengawasan dalam pelaksanaan program.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ketua-PKC-PMII-Sulawesi-Barat-Asrul-Alqausar-A.jpg)
Ringkasan Berita:
- PKC PMII Sulbar menyambut baik pengangkatan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN.
- Kepemimpinan baru diharapkan memperkuat pengawasan dan keamanan pangan dalam Program MBG.
- Kasus keracunan makanan pada pelaksanaan MBG diminta menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang.
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pengangkatan Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Barat (Sulbar) Asrul Alqausar A, menilai pergantian kepemimpinan tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membenahi berbagai tantangan yang muncul selama pelaksanaan program MBG.
Alqausar menyatakan Program MBG merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Baca juga: Usai Dicopot, Eks Kepala BGN Dadan Hidayana Dikabarkan Dijemput Kejagung Subuh Hari
Baca juga: Pulang Haji, Kepala BGN Dadan Hidayana Dicopot, Nanik Jadi Pengganti, Isu OTT Mencuat
Namun, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kasus keracunan makanan yang terjadi di beberapa daerah.
Salah satu kasus yang menjadi perhatian publik terjadi di Kabupaten Bandung Barat.
Insiden tersebut dilaporkan berdampak pada sekitar 1.333 siswa.
Selain itu, sejumlah kasus serupa juga tercatat di beberapa daerah selama pelaksanaan Program MBG.
Minta Pengawasan dan Standar Keamanan Pangan Diperketat
PKC PMII Sulbar berharap kepemimpinan baru di BGN mampu memperkuat sistem pengawasan dalam pelaksanaan program.
Selain itu, peningkatan standar keamanan pangan dan pengendalian kualitas distribusi makanan juga dinilai penting untuk mencegah terulangnya kasus serupa.
"Paling penting adalah memastikan seluruh mitra pelaksana program menjalankan tugas sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan," ujar Alqausar.
Ia menambahkan, Program MBG pada dasarnya merupakan program baik karena bertujuan memenuhi kebutuhan gizi generasi muda Indonesia.
Namun, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari keamanan, kualitas, dan keberlanjutan layanan yang diberikan kepada masyarakat.
Setiap kasus keracunan makanan, kata dia, harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar tidak terulang dan kepercayaan publik terhadap program dapat dipulihkan.
"Pergantian kepemimpinan harus menjadi titik awal perbaikan. Kesehatan dan keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama di atas segala target dan capaian administratif," pungkas Alqausar.(*)
Makan Bergizi Gratis
Badan Gizi Nasional
Nanik S Deyang
PKC PMII Sulbar
Asrul Alqausar A
Dadan Hidayana
| 19 Dapur MBG di Pasangkayu Sudah Kantongi SLHS, Dua Lainnya Masih Proses Sertifikasi |
|
|---|
| DLH Pasangkayu Percepat Kelayakan IPAL untuk Seluruh SPPG |
|
|---|
| 21 Dapur SPPG Beroperasi di Pasangkayu, 12 Masih Proses Sertifikasi SLHS |
|
|---|
| 13 Dapur SPPG di Polman Berhenti Beroperasi Karena Tak Punya IPAL dan SLHS |
|
|---|
| Pemuda Salutiwo Soroti Bolu Pisang Program MBG 3B di Bonehau Diduga Berjamur |
|
|---|