Rabu, 27 Mei 2026

Berita Nasional

Neni Herlina dan Suwitno Justru Minta Maaf, Ini Duduk Perkara Mendikti Satryo Viral Didemo ASN

Polemik Mendikti Saintek Satryo didemo ASN berujung damai, Neni Herlina dan Suwitno minta maaf, berikut penjelasan lengkapnya.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Via Tribun
zoom-inlihat foto Neni Herlina dan Suwitno Justru Minta Maaf, Ini Duduk Perkara Mendikti Satryo Viral Didemo ASN
istimewa
Pertemuan Mendikti Saintek Satryo (tengah) bersama dua tokoh aksi demo yakni Suwitno dan Neni Herlina pada Senin (20/1/2025) malam. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Polemik yang melibatkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro kini telah berakhir damai.

Sebagai informasi, Satryo didemo sekira 235 pegawai Kendikti Saintek di depan Gedung Kemendikti Saintek, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2025) pagi.

Aksi bertajuk 'Senin Hitam' ini digelar imbas adanya indikasi arogansi dan kesewenang-wenangan yang dilakukan Satryo beserta istrinya.

Puluhan pegawai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kemendikti Saintek, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin (20/1/2025).
Puluhan pegawai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kemendikti Saintek, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin (20/1/2025). (Kompas.com)

Ketua Paguyuban Pegawai Kemendikti Saintek Suwitno, memprotes adanya pergantian jabatan tidak sesuai prosedur.

Masalah semakin runyam setelah ASN Neni Herlina dipecat oleh Satryo dan dimarahi dengan kasar di hadapan rekan sejawat.

Namun, Satryo membantah tudingan bersikap arogan dan sewenang-wenang.

Ia mengaku telah bertemu dengan dua tokoh aksi demo yakni Suwitno dan Neni Herlina pada Senin (20/1/2025) malam.

Baca juga: Reaksi Prabowo Dengar Laporan Mendikti Satryo yang Viral Didemo ASN, Beri Pesan Lewat Mayor Teddy

“Kami memanggil dua tokoh yang melakukan unjuk rasa tersebut saudara Neni dan saudara Suwitno,” kata Prof Satryo dikutip dari Kompas Tv, Selasa (21/1/2025).
 
"Yang dipanggil hanya dua, karena kami amati sejak pagi yang aktif dari tadi pagi (demo) dua orang tersebut."

Dalam pertemuan yang juga dihadiri jajaran Kemendikti Saintek, Satryo menjelaskan, kementerian sedang melakukan beberapa proses rotasi mutasi.

Ini dilakukan untuk meningatkan efektivitas, kinerja, dan membuat kementerian sebagai organisasi yang clean dan efektf.

"Kami juga jelaskan tujuan kami apa dan ini dalam rangka memenuhi permintaan Pak Presiden Prabowo," ungkap dia.

"Proses tersebut merupakan keniscayaan dari sebuah organisasi yang berjalan dengan baik,” ujarnya. 

Baca juga: Viral Prabowo dan Steven Seagal Tak Sengaja Bertemu, Ternyata 35 Tahun Berteman Akrab

Setelah dijelaskan, kata Satryo, para perwakilan pegawai yang bertemu dengannya malam tadi juga sudah meminta maaf.

Para pegawai yang melakukan aksi unjuk rasa juga merasa menyesal dan berjanji akan mengikuti semua keputusan yang diberikan Mendikti Saintek. 

“Mereka menyatakan permintaan maaf karena apa yang dikerjakan tadi pagi dan mereka berjanji untuk mengikuti semua peraturan yang ada di Kemendikti Saintek,” ungkapnya.

Satryo juga mengaku telah berjanji akan memperhatikan seluruh jajarannya serta menjamin para karyawan memiliki karier dan kesejahteraan yang baik.

“Kami kami pastikan juga mereka memiliki karier yang baik dan pada akhirnya juga kami berharap mereka juga akan mempunyai kesejahteraan yang memadai,” ucap Satryo.

Baca juga: 109 Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo - Gibran, Dilantik Hari Ini

Viral Rekaman Suara

Disinggung rekaman suara yang beredar di media sosial soal tuduhan sikap arogan Satryo, Mendikti kembali menekankan bahwa itu bukan suaranya. Hal itu tidak pernah ada.

Kedua tokoh yang bertemu dengannya juga tidak menyinggung sama sekali mengenai hal itu dan mereka tahu persis yang muncul di berbagai media tidak benar adanya.

“Itu diedit, dimanipulasi, seolah-olah itu suara saya,” ujarnya, Senin malam (20/1/2025).

Ia juga meminta jajarannya mencari siapa sosok yang menyebarluaskan rekaman dengan sengaja, dan mengeditnya seolah-olah dirinya menjadi subyek utama dalam rekaman suara.

"Saya minta teman-teman yang ahli dalam bidang tersebut untuk melacak dan melihat, kalau perlu cari pelakunya siapa," pinta Satryo.

Kalau terbukti dimanipulasi, ia tidak segan-segan membawanya ke jalur hukum.

"Apakah ini buatan atau manipulasi dan sebagainya. Kalau memang sudah ada manipulasi, kita lihat nanti siapa yang melakukan hal itu. Kita akan coba pastikan jalur hukum bagi mereka yang sengaja membuat konten yang seperti itu," ujar dia.

Satryo juga menjelaskan bahwa dua pejabat Kemendikti Saintek yang dipanggil terkait rekaman itu mengaku tidak mengetahui apa pun tentang insiden tersebut. 

“Saya tanyakan kepada mereka, mereka tidak tahu hal itu,” katanya.

Penelurusan Tribunnews.com, rekaman suara berdurasi 42 detik tersebut diunggah oleh akun @cjournalist_ID.

Saat berita ini ditulis, unggahan rekaman suara telah tayang lebih dari 60 ribu kali.

Rekaman suara berisi percakapan dua orang yang kemudian dikaitkan dengan Menteri Satryo dan diduga seorang pegawainya.

Isi rekaman pun tentang permasalahan matinya saluran air di suatu rumah, kemungkinan di rumah dinas Menteri Satryo.

Terdengar seseorang memaki-maki satu lainnya yang beberapa kali merintih memohon maaf.

Namun, ada beberapa bagian percakapan yang tidak jelas pengucapannya.

Berikut isi rekaman suara di tengah panasnya kasus demo Menteri Satryo:

X: Demi Allah, Pak, mohon maaf saya, Pak.

Y: ...(tidak jelas)...

X: Iya mohon maaf sekali lagi, Pak.

(Suara benturan dan benda jatuh)

Y: ...(tidak jelas).. Sengaja? Membuat rumah ini ga ada air? Tadi air hidup, kok tiba-tiba mati? Ulah si Ricky, kamu diam aja! Nggak tanggung jawab sama sekali

X: ...(tidak terdengar jelas)...

Y: Sengaja kan kamu, sengaja dong!

Baca juga: Profil Stella Christie, Profesor Peraih Penghargaan Tertinggi Harvard Masuk Kabinet Prabowo - Gibran

Duduk Perkara

Sebelumnya diberitakan, Pegawai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) menggelar unjuk rasa memprotes Mendikti Saintek Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro.

Dengan pakaian serba hitam, para pegawai Kemendikti Saintek berkumpul membawa spanduk protes bahwa mereka bukan pegawai pribadi Prof. Satryo dan istri.

"Kami ASN, dibayar oleh negara, bekerja untuk keluarga, bukan babu keluarga," demikian bunyi kalimat yang tertera di spanduk itu.

"Institusi negara bukan perusahaan pribadi Satryo dan istri!" bunyi spanduk lain yang dibawa para pegawai.

Ketua Paguyuban Pegawai Kemendikti Saintek Suwitno mengatakan, masalah di Kemendikti Saintek sudah dimulai sejak adanya pergantian pejabat baru setelah Satryo diangkat sebagai Mendikti Saintek oleh Presiden Prabowo Subianto.

Suwitno mengatakan, pergantian jabatan tersebut dilakukan dengan cara yang tidak elegan dan tidak adil.

"Tapi dengan cara-cara yang tidak elegan, cara-cara tidak fair, cara-cara juga tidak sesuai prosedur," kata Suwitno di Kantor Kemendikti Saintek, Jakarta, Senin (20/1/2025).

"Nah, ini juga memang terjadi sebenarnya di pimpinan di ditjen yang lama dan juga ada salah seorang direktur di lingkungan di Ditjen Dikti itu tidak diperlakukan secara adil," ujar dia melanjutkan.

Ia menyebutkan, permasalahan semakin runyam setelah salah satu pegawai aparatur sipil negara (ASN), yakni Neni Herlina, juga mengaku dipecat sepihak oleh Satryo.

Neni merupakan pegawai yang bertugas menangani semua urusan rumah tangga Kemendikti Saintek.

Namun, Neni tiba-tiba dipecat oleh Satryo karena ada kesalahpahaman saat menjalankan tugas.

"Kalau pegawai melakukan kesalahan, itu kan bisa ditindaklanjuti dengan penjatuhan hukuman disiplin.

Tapi harus jelas prosedurnya, ini tidak dilakukan sama sekali. Bahkan diusir dan diberhentikan katanya, bahkan diminta angkat kaki," ujar Suwitno.

Oleh karena itu, Paguyuban Pegawai Kemendikti Saintek bergerak melakukan aksi ini sebagai ajang untuk menunjukkan rasa, serta menunjukkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa menteri yang telah dilantik bertindak sewenang-wenang.

"Terutama adalah kepada pejabat atau kepada Bapak Presiden yang sebenarnya mengangkat dan menunjuk beliau sebagai Menteri. Nah, kalau sudah seperti ini, apakah mau dilanjutkan atau tidak? Seorang pejabat itu yang harusnya memang menjadi contoh, apalagi di pendidikan tinggi," kata Suwitno.

Baca juga: Prabowo Wanti-Wanti soal Dendam Politik saat Pamit ke Kabinet Merah Putih, Begini Penjelasan Istana

Mengapa Neni Dipecat?

Neni mengatakan, permasalahan antara dia dan Satryo bermula dari meja yang harus diletakkan di ruang kerja  Satryo yang ternyata dianggap tidak sesuai oleh istri Prof. Satryo.

"Waktu itu permintaan mengganti meja itu dari istrinya sih. Karena waktu itu ke kantor, habis pelantikan beres-beres, kata sekretaris yang sekarang sudah dipecat itu bilang kayak gitu," kata Neni.

"Saya emang enggak tahu apa-apa, cuma besoknya dipanggil gitu aja. Dipanggil langsung dimarahi," ucap dia.

Neni juga merasa takut dan bingung bagaimana ia harus bersikap di kantor apakah harus bekerja ke kantor atau tidak.

"Enggak ada SK-nya juga. Cuman maksudnya sudah keterlaluan aja di depan anak magang, di depan staf-staf saya, gitu. Mempermalukan saya kan," ujar dia.

(Kompas.com/ Sania Mashabi, Fika Nurul Ulya, Ardito Ramadhan) (Tribunnews.com/ Facundo Chrysnha)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bertemu Pegawai yang Demo, Menteri Dikti Satryo: Mereka Minta Maaf", "Menteri Satryo Panggil 2 Pegawai Imbas Demo di Kemendikti Saintek", "Mengapa Menteri Dikti Satryo Brodjonegoro Didemo Pegawainya?", "Mendikti Cari Sosok yang Sebar Rekaman Suara, Bakal Tempuh Jalur Hukum" dan Tribunnews.com dengan judul Viral Rekaman Suara Diduga Menteri Satryo Bentak Pegawai, Terdengar Benturan Keras: Sengaja?

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved