Selasa, 14 April 2026

Inflasi Sulbar

Inflasi Sulbar Terjaga di Momen Natal dan Tahun Baru

Inflasi Sulawesi Barat tercatat sebesar 1,49 yoy, dan 0,66 persen mtm, dan inflasi tahun kalender  1,49 persen.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Inflasi Sulbar Terjaga di Momen Natal dan Tahun Baru
BPS
Rilis inflasi di seluruh wilayah Indonesia pada Desember 2024 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Angka inflasi di Sulawesi Barat pada Desember 2024 menunjukkan capaian positif.

Inflasi Sulawesi Barat tercatat sebesar 1,49 yoy, dan 0,66 persen mtm, dan inflasi tahun kalender  1,49 persen. 

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Pemprov Sulbar  Mustari Mula menyampaikan, inflasi Sulbar 1,49 yoy  Sulawesi Barat lebih baik dibandingkan angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 1,57 persen yoy. 

Baca juga: Harga Tomat dan Ikan Layang Dorong Inflasi Y-on-Y Sulbar Desember 2024, Segini Rinciannya

"Hal ini menunjukkan keberhasilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2024 dan Tahun Baru 2025," ucap Mustari. 

Melihat perkembangan Indeks Harga Konsumen di dua kabupaten, yakni Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, pada bulan Desember 2024, di Mamuju tercatat inflasi 2,47 persen yoy, dan 0,59 mtm. Sedangkan di Majene 0,87 persen yoy, dan 0,70 persen mtm.

Kendali inflasi di Sulawesi Barat menunjukkan harga komoditas pangan selama periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 memungkinkan masyarakat untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau. 

Di sisi lain, keberhasilan ini juga berdampak positif bagi petani, di mana Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Barat pada Desember 2024 mencapai 158,28 persen, meningkat dibandingkan bulan November 2024 yang tercatat sebesar 151,77 persen.  

Capaian NTP yang tinggi ini mencerminkan kesejahteraan petani yang semakin meningkat, di mana harga yang diterima petani lebih besar dibandingkan dengan biaya produksi yang dikeluarkan.

Dengan demikian, stabilitas harga yang terjaga tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga memberikan manfaat signifikan bagi sektor pertanian di Sulawesi Barat.  

"Keberhasilan pengendalian inflasi ini adalah hasil sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, dalam menjaga ketersediaan serta keterjangkauan harga bahan pangan" tandasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved