Opini
Selamat Tahun Baru, Selamat Datang Gubernur Baru
Dengan dua sosok pemimpin yang berpengalaman ini, harapan besar untuk masa depan Sulbar pun semakin menguat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Hamzah-Durisa-Penggerak-GUSDURian-Senior-Majene.jpg)
Oleh: Hamzah Durisa
Pegiat Literasi dan Aktivis Gusdurian
Selamat Tahun Baru kepada seluruh warga Sulawesi Barat (Sulbar)! Tahun baru selalu menjadi momen istimewa dan penuh dengan pengharapan.
Di momen berbahagia ini, kita juga menanti dengan hangat pelantikan Gubernur baru, Dr. Suhardi Duka, bersama wakilnya, Mayjen Salim S. Mengga (SDK-JSM).
Dengan dua sosok pemimpin yang berpengalaman ini, harapan besar untuk masa depan Sulbar pun semakin menguat.
Tahun baru adalah saat yang tepat untuk bersama-sama merenungkan pencapaian di masa lalu dan mengembangkan rencana untuk masa depan.
Dalam lima tahun ke depan, banyak tantangan yang harus kita hadapi, namun juga banyak harapan yang bisa kita wujudkan. SDK-JSM diharapkan dapat membawa perubahan positif dan membangun Sulawesi Barat menuju arah yang lebih baik.
Setumpuk Asa Menuju Kesejahteraan
Dengan terpilihnya Bapak SDK dan JSM sebagai nahkoda baru provinsi Sulbar 5 tahun kedepan, maka di pundak merekalah harapan itu ditumpukkan.
Semua elemen masyarakat sudah pasti berharap bahwa di masa-masa yang akan datang, provinsi ‘malaqbiq’ betul-betul bisa mendapatkan predikat mulia itu.
Tentu, indicator utamanya adalah pemenuhan terhadap hak-hak hidup sejahtera bagi semua warga.
Salah satu harapan yang tidak pernah luput dari keinginan warga Sulbar adalah peningkatan pembangunan infrastruktur.
Infrastruktur yang baik sangat penting untuk membangun konektivitas antar daerah, mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Dengan kepemimpinan Dr. Suhardi Duka, kita berharap akan ada fokus yang lebih besar pada pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas publik lainnya.
Dengan wilayah Sulbar yang terbagi ke 6 kabupaten yang ada, tentunya harapan besar terhadap pemerataan pembangunan itu selalu digaungkan. Sebagai warga Sulbar, tentu kita mengharapkan semua daerah memiliki porsi yang sama dalam pembangunan di berbagai sektor.
Harapan ke depan, semua kabupaten, dari Pasangkayu hingga Polewali Mandar dibangun berdasarkan aspek prioritas dan kebutuhan , bukan persoalan like or dislike pemerintah.
Selain itu, kesejahteraan masyarakat juga menjadi prioritas utama. Harapan akan program-program ekonomi yang inklusif, yang dapat memberdayakan masyarakat dan meningkatkan taraf hidup mereka, sangat tinggi.
Masyarakat Sulbar mengharapkan adanya lebih banyak program pelatihan dan pengembangan keterampilan yang dapat membekali kaum muda dengan kemampuan yang dibutuhkan di pasar kerja.
Mengatasi Isu-isu Lokal dan Lingkungan Hidup
Tidak dapat dipungkiri bahwa Sulbar memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Namun, tantangan terkait pelestarian lingkungan hidup juga menjadi isu penting.
Dengan adanya pemimpin baru, kita berharap akan ada langkah-langkah konkret untuk menjaga lingkungan dan mengelola sumber daya alam secara bijak dan berkelanjutan.
SDK-JSM diharapkan bisa mendorong kebijakan-kebijakan yang ramah lingkungan, serta melibatkan masyarakat dalam pelestarian alam.
Baru-baru ini, di salah satu postingan di media social (facebook), terlihat adanya satu daerah di Polewali Mandar yang terancam abrasi. Perkampungan itu bernama Mampie. Sebuah dusun di Desa Galeso Kecamatan Wonomulyo.
Daerah yang menjadi salah satu destinasi wisata di Sulbar ini terancam punah. Ini merupakan salah satu dari sekian banyak problem lingkungan yang mesti memberikan perhatian khusus dari pemerintah, bukan hanya kabupaten , tetapi butuh sinergitas dengan provinsi bahkan ke tingkat nasional.
Masalah kemiskinan dan ketimpangan sosial juga harus menjadi perhatian bagi pemerintahan kedepan. Kita perlu mengidentifikasi kelompok-kelompok terkena dampak dan menyediakan bantuan serta program yang dapat membantu mereka keluar dari siklus kemiskinan.
Tentu, sebagai warga Sulbar mengharapkan adanya kebijakan yang bukan hanya sekadar ‘memanjakan’ penerima bantuannya.
Akan tetapi, bagaimana kemudian bantuan tersebut dibarengi dengan penguatan bagi si penerima untuk mengelolah, tidak langsung habis dalam sekali pakai.
Artinya, bahwa masyarakat semestinya diberikan pembinaan, bukan hanya memberi bantuan kemudian selesai. Melainkan, bantuan tersebut dapat ‘diternakkan’, berkembang dan tidak habis dalam sekejap mata.
Tantangan yang Dihadapi
Langkah menuju kemajuan bukanlah perkara semudah memakai baju. Ada berbagai tantangan yang harus dihadapi, seperti birokrasi yang kadang-kadang lamban, sarat dengan keprotokoleran dan kurangnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Selain itu, perubahan sosial dan ekonomi yang cepat menuntut adaptasi yang cepat pula dari pemerintah.
Dalam konteks ini, SDK-JSM harus mampu mengelola perubahan ini dengan efektif dan efisien.
Kepemimpinan yang transparan dan akuntabel sangat diperlukan untuk membangun kepercayaan masyarakat.
Mari kita berharap agar pemerintahan yang baru ini mengedepankan prinsip-prinsip transparansi dan memberi ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses pembuatan kebijakan.
Optimisme Menatap Masa Depan
Sebagai warga Sulbar, kita harus optimis akan masa depan. Kita harus bersatu, mendukung upaya pemerintah baru dalam mengatasi tantangan dan mewujudkan harapan yang telah disampaikan.
Mari kita jaga hubungan baik antar sesama dan berkolaborasi demi kesejahteraan bersama.
Dengan pelantikan Gubernur baru nanti, mari kita seimbangkan antara harapan dan tantangan yang ada, dan bersama-sama membangun Sulbar yang lebih baik dalam lima tahun mendatang.
Dengan kepemimpinan SDK-JSM, semoga dapat menyongsong masa depan yang cerah, penuh dengan peluang dan kemakmuran.
Selamat Tahun Baru sekali lagi, dan selamat datang kepada Gubernur baru! Semoga langkah kita selalu diberkahi dan membawa kemajuan bagi tanah tercinta ini.
Semoga kedua tumpuan harapan kita benar-benar “tarrare di allo, tammatindo di bongi mappikkirri atuo-tuoanna pa’banua’. Aamiin ya rabbal alamin. (*)
| Infodemik Dukono Ketika Konten Viral Mengalahkan Peringatan Bencana |
|
|---|
| Penguatan Dolar Amerika Serikat dan Tantangan Ketahanan Ekonomi Sulawesi Barat |
|
|---|
| Pendidikan Buka Pasar |
|
|---|
| Menanti Pembuktian "Assa" untuk Petani Polman |
|
|---|
| Kado Ulang Tahun Duta Sheila On 7: Single Baru atau Keteladanan yang Tak Pernah Usang? |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.