Jumat, 17 April 2026

Berita Polman

15 Rumah Warga Kunyi Polman Terancam Hanyut Akibat Abrasi Sungai

Pihak keluarga setempat akan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman dan Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Tayang:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto 15 Rumah Warga Kunyi Polman Terancam Hanyut Akibat Abrasi Sungai
Tribun Sulbar / Fahrun Ramli
Anggota BPBD Polman saat melihat abrasi aliran Sungai Kunyi mengancam 15 rumah warga di Lingkungan Perumtel Kelurahan Madatte, Polman, Selasa (3/12/2024). 

Abrasi di Bantaran Sungai Kunyi, 15 Rumah Warga Perumtel Polman Terancam Hanyut

TRIBUN-SULBAR COM, POLMAN - Tanah warga yang berada di pinggir aliran Sungai Kunyi, Lingkungan Perumtel, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) alami abrasi, Selasa (3/12/2024).

Tanah tergerus arus Sungai Kunyi ini lebarnya sekitar tiga meter dan panjang sekitar 100 meter.

Baca juga: Tunggu Moratorium Dibuka, SDK Akan Upayakan Mamuju Jadi Kota Madya Papalang Menjadi Kabupaten

Baca juga: BREAKING NEWS: Pj Kades Betteng Pemboang Harun Hadaming Tersangka Tindak Pidana Pemilihan

Pantauan Tribun-Sulbar.com, abrasi tersebut mengancam 15 rumah warga di Lingkungan Perumtel.

Satu rumah milik Supriansa mengalami kerusakan pada bagian lantai dapur retak-retak.

Tanah menahan pondasi rumahnya tergerus, kini pondasi bagian dapur rumah menggantung.

Pemerintah Kelurahan Madatte telah mengunjungi abrasi tanah mengancam 15 rumah warga ini.

"Abrasi sungai, memang sepanjang sungai ini tidak ada penguatan tebingnya, ketika air naik selalu mengikis," kata Lurah Madatte, Muhammad Rasyidi kepada wartawan.

Dia mengatakan aliran sungai sering meluap akibat hujan deras, perlahan mengikis tebing.

Disebutkan salah satu rumah warga, pondasinya telah menggantung, tanah penahan terkikis.

Muhammad Rasyidi mengatakan perkiraan panjang tanah terkikis ini sudah mencapai 100 meter.

"Data di kami itu rumah di pinggir sungai ada 15 unit terancam, tapi kemungkinan terus bertambah, airnya terus besar," lanjutnya.

Pihak keluarga setempat akan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman dan Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Untuk segera mengambil langkah dalam penanganan abrasi tanah di aliran sungai mengancam rumah warga.

Rasyidi menambahkan saat ini warga juga telah memasang batu bronjong sepanjang 60 meter aspirasi dari salah satu anggota DPRD Polman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved