Senin, 4 Mei 2026

Berita Mamasa

Jalan Penghubung Kecamatan Mambi - Mehalaan Mamasa Makin Parah

Saat ini kondisinya becek dan berlumpur antara Keppe Kecamatan Mambi dan Desa Saluahok Kecamatan Mehalaan.

Tayang:
Penulis: Hamsah Sabir | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Jalan Penghubung Kecamatan Mambi - Mehalaan Mamasa Makin Parah
Hamsah Sabir/Tribun-Sulbar.com
Kondisi jalan antara Desa Saluahok Kecamatan Mehalaan dan Keppe Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Selasa (26/11/2024). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Mamasa, tahun 2024, kondisi akses jalan penghubung dua Kecamatan yakni Kecamatan Mehalaan dan Kecamatan Mambi, kian memburuk.

Saat ini kondisinya becek dan berlumpur antara Keppe Kecamatan Mambi dan Desa Saluahok Kecamatan Mehalaan.

Kondisi ini tejadi sejak lama namun tidak mendapat perhatian pemerintah sama sekali.

Baca juga: Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN Kapus Mehalaan Mamasa Segera Direkomendasi Bawaslu ke BKN

Apalagi saat ini menjelang Pilkada Serentak 2024, kondisi di wilayah Kabupaten Mamasa, musim hujan.

Sehingga kondisi jalan tersebut makin memburuk.

Diketahui jalan tersebut merupakan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar).

Dari informasi yang diperoleh Tribun-Sulbar.com, jalan becek dan berlumpur tak hanya antara Kecamatan Mambi  dan Kecamatan Mehalaan.

Namun terdapat juga penghubung tiga desa yakni Desa Passembuk, Desa Kondo dan Desa Botteng menuju Kecamatan Mehalaan juga makin parah.

Hal ini dipaparkan oleh salah satu warga Dusun Kata - Kata, Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, Syahril saat dijumpai Tribun-Sulbar.com, Selasa (26/11/2024).

"Antara Desa Botteng dengan Mehalaan, saat ini berlumpur," ungkap Sahril saat ditemui Tribun-Sulbar.com di Jl poros Keppe - Matanga, Desa Saluahok, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa.

Ia mengemukakan, kondisi jalan saat ini menuju Desa Botteng Kecamatan Mehalaan, rusak total.

Dalam bahasa daerah ia menyebut kondisi jalan saat ini menuju Desa Botteng dari arah Kecamatan Mehalaan, memburuk.

"Para beka temo sau, tallan motor,". Dalam arti bahasa Indonesia, "saat ini para sekali, tenggalam motor," kata Syahril.(*)

Laporan Reporter Tribun-Sulbar.com, Hamsah Sabir

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved