Berita Mamasa
Tenaga Honorer Dukcapil Mamasa Mogok Kerja, Gaji Tak Dibayar Berbulan-bulan
Mogok kerja tersebut lantaran gaji tenaga honorer Dukcapil Mamasa belum dibayarkan oleh pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Mamasa.
Penulis: Hamsah Sabir | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Pemberitahuan-mogok-kerja-tenaga-honor-di-Disdukapil-Mamasa.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Beredar pamflet berisi aksi mogok kerja tenaga honorer Dinas Kependudukan dan Pencatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), Sabtu (9/11/2024).
Mogok kerja tersebut lantaran gaji tenaga honorer Dukcapil Mamasa belum dibayarkan oleh pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Mamasa.
"Kami tidak akan berkantor sampai gaji kami dibayarkan," tulis dalam pamflet yang beredar di sejumlah grup whatsap Mamasa, Jumat (8/11/2024) tadi malam sekira pukul 20:00 Wita.
Baca juga: Giliran Dokter Se-Kabupaten Mamasa Mogok Kerja Perkara Gaji Tidak Dibayar
Kepala Dinas Dukcapil Mamasa, Abd Rahman saat dikonfirmasi, membenarkan aksi mogok kerja tersebut.
Kata dia, tenaga kontrak belum dibayarkan gajinya itu benar karena faktor pencairan dari pengelola keuangan daerah.
"Memang pengelola keuangan daerah belum mencairkan gaji mereka," jelas Rahman.
"Sekalipun mereka mogok kerja, pelayanan pun dapat kami pastikan tetap berjalan," sambungnya.
Abd Rahman mengaku, hal tersebut penting pihaknya klarifikasi soal pelayanan di kantornya.
Ia mengatakan, pelayanan di Disdukcapil Mamasa tetap berjalan seperti biasa.
"Ini penting kami klarifikasi, soal pelayanan pada dinas Dukcapil tetap berjalan. Terkait dengan pemilih pemula juga kami pastikan pelayanan terus berjalan," ungkap Rahman kepada Tribun-Sulbar.com, Sabtu (9/11/2024).
Rahman menjekaskan, pelayanan perekaman KTP -EL tetap berjalan seperti biasa.
Raan tak menapik, belanja tinta Dukcapil belum cair, namun ada solusi yakni dengan menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
"Sekalipun belanja tinta untuk cetakKTP belum cair namun masih ada beberapa solusi dgn menggunakan IKD, dengan ketentuan dapat diaktifasi pada kantor dinas Dukcapil," pungkasnya.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan dari pihak keuangan daerah Kabupaten Mamasa.
Tribun-Sulbar.com telah nelakukan upaya konfurmasi ke Kepala badan (Kaban) Keuangan Kabupaten Mamasa, Herry Kurniawan namun tak berhasil.(*)
Laporan Reporter Tribun-Sulbar.com, Hamsah Sabir
| Keluarga Korban Persetubuhan Anak di Mamasa Tuding Jaksa Ingin Ringankan Hukuman Pelaku |
|
|---|
| KISAH 50 Kepala keluarga Tempuh 1,5 Km Demi Setetes Air Bertahan di Pepana Mamasa dalam Keterbatasan |
|
|---|
| Rumah Petani di Mamasa Terbakar 7 Karung Gabah dan 5 Karung Kopi Ludes Dilalap Kerugian Rp25 Juta |
|
|---|
| Longsor Tutup Akses Jalan, 6 Desa di Tabulahan Mamasa Sudah 2 Pekan Terisolir |
|
|---|
| Bawa Materi di Retreat Pemkab Mamasa, Junda Dorong Birokrasi Kompak dan Kolaboratif |
|
|---|