Berita Mamasa
Pamflet Seruan Demo PPDI, Kades dan BPD Mamasa Beredar, Minta Siltap Dibayarkan
Dikonfirmasi Ketua PPDI Kabupaten Mamasa, Elyas, membernarkan adanya rencana aksi tersebut.
Penulis: Hamsah Sabir | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Tangkapan-layar-pamflet-seruan-demo-PPDI-Kepala-desa-dan-BPD-di-Kabupaten-Mamasa.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Pamflet seruan demo oleh PPDI, Kepala desa dan BPD di Kabupaten Mamasa, beredar di grup whtasapp.
Dalam pamflet tersebut berisi demo akbar kepla desa, aparat desa dan BPD se-Kabupaten Mamasa.
Demo tersebut menuntut Pemerintah daerah (Pemda) segera bayar pengahsilan tetal (Siltap).
Baca juga: Polemik Siltap Kades di Mamasa Belum Terbayar, Kepala BPKAD Bilang Begini
Famlet tersebut telah beredar di beebrapa grup whatsapp, Rabu (31/7)2024) malas sekira pukul 20:10 Wita.
Dikonfirmasi Ketua PPDI Kabupaten Mamasa, Elyas, membernarkan adanya rencana aksi tersebut.
Ia mengaku, minggu ini akan melakukan konsolidasi bersama kepala desa dan seluruh aparat desa di Kabupaten Mamasa.
"Kita akan turun minggu depan, Sabtu akan konsolidasi," jelas Elyas saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Rabu (31/7)2024) sekira pukil 20:17 Wita.
Kata Elyas, tuntutan kasi tersebut yakni meminta Pemda Mamasa untuk membeyar gani aparat desa.
Elyas menagku, di tahun 2023 gaji aparat desa masih tersisah 20 persen dari total anggaran.
Sementara lanjut Elyas, ditahun 2024 baru dibayarkan sebanyak 20 persen.
"Tahun lalu masih ada 20 persen dinda, kalau tahun ini, muali April, Mei Juni Juli belum dibayarkan," kata Elyas.
Dengan demikian, pihaknya akan segera melakukan konsolidasi untuk kesiapan aksi minggu depan.
Elyas juga mengaku, nantinya dalam konsolidasi akan dihadiri oleh kepala desa dan semua aparat.
"PPDI pasti turun, kalau kepala desa nanti hasil konsolidasi kita liat," jelasnya.
Tak main - main, Elyas mengaku akan turunkan estimasi ratusan massa aksi dalam unjuk rasa nanti.
"Sejauh ini sudah ada sekitar 50 desa yang akan ikut di konsolidasi," tandasnya.(*)
Laporan Reporter Tribun-Sulbar.com, Hamsah Sabir
| KISAH 50 Kepala keluarga Tempuh 1,5 Km Demi Setetes Air Bertahan di Pepana Mamasa dalam Keterbatasan |
|
|---|
| Rumah Petani di Mamasa Terbakar 7 Karung Gabah dan 5 Karung Kopi Ludes Dilalap Kerugian Rp25 Juta |
|
|---|
| Longsor Tutup Akses Jalan, 6 Desa di Tabulahan Mamasa Sudah 2 Pekan Terisolir |
|
|---|
| Bawa Materi di Retreat Pemkab Mamasa, Junda Dorong Birokrasi Kompak dan Kolaboratif |
|
|---|
| Innalillahi, Pekerja Rusun Polsek Mamasa Meninggal Mendadak Disebut Sempat Keluhkan Nyeri Dada |
|
|---|