Rabu, 15 April 2026

Berita Mamasa

Polemik Siltap Kades di Mamasa Belum Terbayar, Kepala BPKAD Bilang Begini

Herry mengaku, sebelum lebaran idulfitri lalu, pihaknya telah membayar 34 desa dari sisa kas pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) ASN.

Tayang:
Penulis: Hamsah Sabir | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Polemik Siltap Kades di Mamasa Belum Terbayar, Kepala BPKAD Bilang Begini
Hamsah Sabir/Tribun-Sulbar.com
Kepala BKPAD Mamasa, Herru Kurniawan. Foto / Hamsah Sabir. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Dana penghasilan tetap (Siltap) Kepala Desa di Kabupaten Mamasa, masih terus menjadi polemik.

Baru-baru ini, Apdesi Mamasa, kembali pertanyakan dana siltap Kepala Desa yang belum terbayarkan.

Bahkan Apdesi Mamasa, mendatangi kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) perihal dana Siltap tersebut.

Baca juga: Pj Bupati Mamasa Dr Zain Minta BPKAD Bayarkan Siltap Kades dan Aparat Tiap Bulan Mulai Februari 2024

Baca juga: Pj Bupati Mamasa Masukkan Pembayaran Siltap Desa Tepat Waktu Jadi Program Prioritas

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Mamasa, Herry Kurniawan, angkat bicara.

Herry mengaku, sebelum lebaran idulfitri lalu, pihaknya telah membayar 34 desa dari sisa kas pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Sebelum lebaran kami harus membayar THR sehingga sisa kas kami cuma bisa membayar sebanyak 34 desa," ungkap Herry saat ditemui di ruang kerjanya, Jl poros Mamasa - Pokewali, Desa Osango, Kecamatan Mamasa, Senin (6/5/2024).

Sementara kata dia, pada awal bulan Mei 2024 lalu, pihaknya juga telah membayarkan sebagian desa.

"Tanggal 3 Mei 2024 beberapa hari lalu kami sudah bayarkan lagi sebanyak 50 desa," jelasnya.

Sehingga lanjut Herry, jumlah total desa yang telah dibayarkan Siltapnya sebanyak 84 desa dari 168.

Adapun nominal yang dibayarkan tersebut sebanyak tiga bulan.

Sementara desa yang belum menerima, Herry mengaku akan membayarkan dalam waktu dekat ini.

Akan tetapi, Herry tak memastikan kapan akan dibayarkan.

"Saya liat kondisi khas perhari ini, kemungkinan akan saya bayarkan 10 sampai 20 desa," terangnya.

Ia katakan, pembayaran hari ini akan disesuaikan dengan kondisi khas daerah.

"Untuk sisanya kemungkinan pada tanggal 7 kami akan realisasikan semua," pungkasnya.(*)

Laporan Reporter Tribun-Sulbar.com, Hamsah Sabir

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved