Kamis, 9 April 2026

Berita Mamasa

Terkendala Biaya, Pemuda di Mamasa Lumpuh Sejak Lahir

Nasib pilu ini dialami Seprianto (24) warga Desa Mesakada, Kecamatan Tandukkalua, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Tayang:
Penulis: Hamsah Sabir | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Terkendala Biaya, Pemuda di Mamasa Lumpuh Sejak Lahir
Tribun Sulbar / Hamsah Sabir
Kondisi Seprianto di Desa Mesakada, Kecamatan Tandukkalua, Kabupaten Mamasa. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Pemuda 24 tahun di Mamasa terbaring tanpa perawatan.

Keluarga pemuda tersebut tidak punya biaya untuk perawatan anaknya.

Baca juga: Bayi Laki-laki Ditemukan di Kebun Sawit Babana Mateng Dirawat Orang Pertama Kali Menemukan

Baca juga: Kasus DBD Melonjak di Sulbar, 2 Orang Meninggal Dunia

Nasib pilu ini dialami Seprianto (24) warga Desa Mesakada, Kecamatan Tandukkalua, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Saban hari melintas tahun, pemuda tersebut hanya terbaring tak berdaya di lantai lantaran diklaim menderita lumpuh.

Ia menyandang penyakit itu sejak lahir (Pada tahun 2000 silam).

Rumahnya tak jauh dari jalan poros Polewali - Mamasa. Dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda dua.

Seprianto anak ketiga dari pasangan suami istri (Pasutri) Piter (57) dan almarhum Levina.

Dikisahkan Piter, setahun lalu istrinya meninggal dunia, kedua kakak Seprianto telah berkeluarga, sementara anak bungsunya ikut kakak tertua.

Pemuda itu dirawat ayahnya dalam rumah sederhana berdinding kayu papan. Bahkan beberapa bagian rumahnya menggunakan terpal kusam, (terpantau).

Menurut Piter, sejak lahir putra ketinganya telah menderita penyakit itu hingga saat ini.

"Penyakitnya sejak lahir Pak, ia lahir tahun 2000," ungkap Piter kepada awak media, Selasa (16/7/2024) kemarin.

Kondisi itu mengahruskan Piter terbatas beraktifitas lantaran menjaga anakanya hari - hari.

Untuk biaya kelangsungan hidup, Piter kadang kerja sawah kadang juga sebagai buruh panggilan.

Piter mengaku, hingga saat ini Seprianto belum pernah berobat medis karena tak punya biaya.

"Belum pernah di bawa berobat di rumah sakit karena tidak ada uang," kisah Piter.

Pria parubaya itu mengutarakan, anaknya pernah dikunjungi salah satu komunitas motor di Kabupaten Mamasa.

Selain itu kata dia, bidan pustu juga sesekali mengunjunginya dengan membawa makanan tambahan.

Laporan Reporter Tribun-Sulbar.com, Mamasa, Hamsah Sabir

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved