Senin, 20 April 2026

Opini

Kiamat Layar 2035

Vision Pro adalah kacamata pertama Apple yang menggunakan teknologi AR dengan nuansa digital dan dunia nyata masuk dalam satu pandangan yang sama.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Kiamat Layar 2035
dok pribadi Ahmad Sukarno
Ahmad Sukarno, S.IP, M.Adm.SDA, Widyaiswara Puslatbang KMP Lembaga Administrasi Negara RI 

Ahmad Sukarno, S.IP, M.Adm.SDA
Widyaiswara Puslatbang KMP Lembaga Administrasi Negara RI

Kacamata diciptakan sebagai alat bantu kesehatan yang memudahkan manusia untuk melihat objek tertentu, memperbaiki pandangan terhadap objek jarak dekat atau jarak panjang.

Dalam sejarah perkembangan kacamata sebagai alat bantu membaca kemudian dikembangkan menjadi kacamata fashion, kacamata tidak hanya sebatas menjadi alat bantu kesehatan, melainkan juga menjadi alat untuk fashion.

Beberapa merek kacamata yang terkenal dalam bidang fashion, misalnya Calvin Klein, merupakan kacamatan yang berpusat kantornya di Manhattan, New York memproduksi kacamata yang sangat simple bagi generasi muda, dengan desain gagangnya kebanyakan tipis dan frame yang sedikit lebar.

Kacamata fashion lainnya, misalnya Oakley, salah satu kacamata yang branded itu pertama kali diciptakan tahun 1980 dengan produk pertamanya yaitu Oakley Original, yang khusus diciptakan untuk olahraga motocross, sehingga kebanyakan kacamata oakley ini memiliki desain sport, frame tebal, dan stylish.

Teknologi Abad 20 dan 21

Sangat menyenangkan siapa saja yang nonton film Iron Man ketika menggunakan baju besinya dalam menghadapi musuhnya itu kemudian terlihat yang terakhir terpasang dari baju besinya itu adalah perisai wajahnya, dimana dalam perisai wajah itu terdapat teknologi pandangan virtual yang bisa menampilkan statistik keadaan lingkungan dan dari perisasi wajah itu pula, mata mampu melihat ststistik prediksi yang akan dihadapi, artinya kecerdasan buatan yang dilakukan oleh asisten Iron Man yang bernama Jarvis itu mampu memenuhi setiap permintaan Iron Man dalam menghadapi pertempuran.

Melakukan dialog dengan asisten virtual menggunakan teknologi Artificial Intelligence. Teknologi Augmented Reality (AR) sudah diperkenalkan oleh Amerika Serikat dalam karya film Iron Man nya yang ditayangkan pada tahun 2008 itu, merupakan teknologi AR yang terus dikembangkan dan telah mencapai bentuk mendekati konsep yang diinginkan itu, tidak lepas dari pengembangan yang terus dilakukan salah satunya oleh seorang peneliti Boeing yang bernama Tom Caudell, yang mengembangkan teknologi tersebut seiring dengan kemajuan komputerisasi di akhir abad 20.

Memasuki abad 21, perkembangan teknologi komputer juga dibarengi dengan perkembangan teknologi handphone yang juga berubah menjadi smartphone, lalu kemudian para pengembang teknologi mencoba menghubungkan smartphone dengan teknologi AR sebagaimana yang dilakukan oleh iPhone dalam mengembangkan teknologi AR yang menghebohkan itu dengan membenamkan AR dalam kacamata Apple Vision Pro, untuk pertama kalinya di dunia dalam acara Worldwide Depelovers Conference California, 5 Juni 2023.

Vision Pro adalah kacamata pertama Apple yang menggunakan teknologi AR dengan nuansa digital dan dunia nyata masuk dalam satu pandangan yang sama.

Apple melakukan inovasi yang menurut saya merupakan quantum inovasi, sebuah lompatan besar yang oleh John Naisbitt, dalam Bukunya Mega Trend 2000, tersebut menjelaskan mampu memprediksi hal tersebut dengan adanya kemajuan peradaban manusia di abad 20.

Saya melihat apa yang diprediksi oleh John Naisbitt dengan mempelajari pola peradaban manusia dan arah perkembangan saint dan teknologi masa depan, saya memprediksi bahwa diawal tahun 2035, quantum inovasi yang dilakukan oleh Apple dengan kacamata Vision Pro AR tersebut, sebagai sebuah latah teknologi yang dikembangkan dengan mengambil inspirasi dari helm pilot pesawat tempur atau sebuah inspirasi dari kacamata Iron Man dengan Asisten AI nya bernama Jarvis itu, kemudian diawal tahun 2035 akan merambah ke perangkat elektronik yang ada di rumah, bioskop, ruang kerja perkantoran, dan meluas ke semua sektor.

Apa yang akan terjadi diawal 2035, adalah teknologi layar TV, layar bioskop, layar Laptop, akan mengalami kepunahan. Layar akan punah tergantikan dengan kacamata super yang menggunakan teknologi tinggi, misalnya dibenamkan perangkat bluetooth supaya bisa melakukan koneksi dengan berbagai perangkat disekitarnya. Akan dibenamkan juga Wi-Fi untuk bisa melakukan fungsi menangkap koneksi internet dan bertukar data tanpa kabel.

Fitur berikutnya dengan adanya bantuan Artificial Intelligence untuk memudahkan perintah-perintah kerja yang terhubung dengan laptop tanpa layar. Terakhir dengan dukungan teknologi AR, untuk menghadirkan pandangan digital yang nyata.

Bahkan kacamata ini bisa dikembangkan menjadi alat bantu kesehatan, mengobati mata manusia hingga bisa melepas kacamata konvensionalnya yang mengalami gangguan penglihatan minus atau plus. Semua bisa diatasi dengan kacamata super.

Atau bahkan bisa juga kacamata ini digunakan pada dunia kedokteran ketika ingin melakukan operasi bedah, membantu manusia melihat jaringan tubuh yang akan dilakukan tindakan operasi, menghubungkan kacamata super ini dengan perangkat server yang ada, langsung bisa melakukan pandangan AR yang mengesankan.

Contoh selanjutnya misalnya, TV di rumah dan di perkantoran, selamat tinggal TV dengan layar lebar, TV akan menjadi kecil dengan hanya mempunyai fungsi semacam decoder sinyal siaran dan perangkat hardware yang mengelola siaran dari satelit dan kemudian di koneksikan dengan kacamata super, cuma memang kelemahannya adalah setiap orang harus memiliki kacamata super supaya bisa menonton TV di rumah.

Bagaimana perkembangan teknologi TV Samsung yang terkenal dengan layarnya yang tipis dan melengkung, siapa yang tidak kenal dengan SONY dengan teknologi layarnya yang tahan banting itu, saya teringat ketika masa tahun 2015 hingga tahun 2024 ini, produsen TV seperti SONY dan Samsung berlomba lomba menciptakan layar besar, tipis, bahkan ada yang melengkung.

Seperti tidak ada habisnya perkembangan inovasi layar yang diciptakan untuk memenuhi kenyamanan manusia ketika nonton TV di rumah, hadir dengan pengalaman suasana seperti biskop, dengan suara yang jernih menggelegar, pancaran sinar layar yang sangat jernih.

Selanjutnya, Bioskop. Anda nanti hanya akan nongkrong di bioskop tanpa harus masuk lgi dalam ruangan duduk berjejer lalu nonton bareng, cukup dengan memakai kacamata super yang disewakan, lalu duduk manis di cafe XXI yang disediakan lalu nonton film box office. Sangat keren. Tentu bisa saja manusia melakukan nonton bioskop di rumah saja, tapi untuk strategi bisnis bioskop tetap disiapkan di Mall.

Apa yang mendasari lahirnya pemikiran ini adalah ketika Laptop Spacetop G1 diciptakan tanpa layar dimana menggunakan teknologi AR. Laptop tanpa layar ini merupakan pertama di dunia sebagai sebuah konsep yang kemungkinan akan dijual resmi dipasaran akhir tahun 2024.

Terlepas dari jadi tidaknya laptop super ini diresmikan peluncurannya, yang terpenting bagi manusia abad 21 masa depan bahwa dengan kemajuan teknologi komputer, teknologi kecerdasan buatan, hingga pada teknologi AR yang digital dengan pandangan yang semakin nyata akan menjadi arah kemajuan baru manusia di awal tahun 2035, pergeseran teknologi begitu cepat dan transformasi teknologi tersebut akan membuat punahnya perangkat-perangkat elektronik di rumah, perkantoran, atau dimana saja yang menggunakan layar lebar.

Punahnya layar-layar elektronik tersebut sebagai tanda terjadinya lagi perubahan pergeseran peradaban manusia modern dimana anda ketahui ketika teknologi layar elektronik mulai muncul dan semakin menggila ketika terjadi pergeseran pada tahun 50-an. Manusia mengalami lonjakan teknologi baru pertama kali manusia berhubungan dengan layar elektronik dan saat itu dunia dilanda demam layar, semua rumah dipenuhi dengan layar-layar TV.

Perjalanan yang sangat panjang jika dilakukan pengukuran waktu misalnya dimulai tahun 1950 hingga tahun 2035, selama 85 tahun perjalanan layar elektronik menemani peradaban manusia dan harus bergeser dan berakhir pada tahun 2035. Semoga dimasa akan datang teknologi ini akan hadir sehingga tercipta peradaban baru dan akan tercatat dalam sejarah manusia modern.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

Menjaga Badai Geopolitik

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved