HUT Bhayangkara
Kenapa 1 Juli Selalu Diperingati Sebagai Hari Bhayangkara?
Namun setelah Penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 11/S.D. turun pada 1 Juli 1946, Djawatan Kepolisian Negara bertanggung jawab langsung kepada Perdana
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/peringatan-hari-bhayangkara-ke-74-di-polres-kepulauan-seribu.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Hari Bhayangkara ke-78 diperingati pada 1 Juli 2024 hari ini.
Kenapa setiap 1 Juli diperingati sebagai Hari Bhayangkara?
Untuk diketahui, Hari Bhayangkara merupakan hari Kepolisian Nasional yang ditetapkan berdasar dari Penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 11/S.D.
Dilansir dari laman resmi polri.go.id, kepolisian Indonesia awalnya berada dalam lingkungan Kementerian Dalam Negeri dengan nama Djawatan Kepolisian Negara yang hanya bertanggung jawab masalah administrasi.
Namun setelah Penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 11/S.D. turun pada 1 Juli 1946, Djawatan Kepolisian Negara bertanggung jawab langsung kepada Perdana Menteri.
Baca juga: Kunci Jawaban Kelas 7 Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 Halaman 169: Kata Berima Syair dan Pantun
Baca juga: Polres Polman Klaim Telah Menangkap 4 dari 5 Tahanan yang Kabur, Ada Ditangkap Saat Sedang Tidur
Tanggal 1 Juli inilah yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Bhayangkara hingga saat ini.
Terkait sejarah Polri, cikal bakal kepolisian ini sudah ada sejak jaman kerajaan Majapahit saat Patih Gajah Mada membentuk pasukan keamanan bernama Bhayangkara yang bertugas melindungi raja dan anggota kerajaan.
Lalu pada masa kolonial Belanda, pembentukan pasukan keamanan diawali oleh pembentukan pasukan-pasukan jaga yang diambil dari orang-orang pribumi yang bertugas menjaga aset aset dan kekayaan orang-orang Eropa di Hindia Belanda pada waktu itu.
Pada masa Hindia Belanda terdapat bermacam-macam bentuk kepolisian, seperti veld politie (polisi lapangan), stands politie (polisi kota), cultur politie (polisi pertanian), bestuurs politie (polisi pamong praja), dan lain-lain.
Sejalan dengan administrasi negara waktu itu, pada kepolisian juga diterapkan pembedaan jabatan bagi bangsa Belanda dan pribumi.
Pada dasarnya pribumi tidak diperkenankan menjabat hood agent (bintara), inspekteur van politie, dan commisaris van politie. Untuk pribumi selama menjadi agen polisi diciptakan jabatan seperti mantri polisi, asisten wedana, dan wedana polisi.
Pada medio 1897-1920, kepolisian modern Hindia Belanda dibentuk yang menjadi cikal bakal dari berdirinya Kepolisian Negara Republik Indonesia saat ini.
Setelah Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, secara resmi kepolisian menjadi kepolisian Indonesia yang merdeka.
Inspektur Kelas I (Letnan Satu) Polisi Mochammad Jassin, Komandan Polisi di Surabaya, pada tanggal 21 Agustus 1945 memproklamasikan Pasukan Polisi Republik Indonesia sebagai langkah awal yang dilakukan selain mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap tentara Jepang yang kalah perang, juga membangkitkan semangat moral dan patriotik seluruh rakyat maupun satuan-satuan bersenjata yang sedang dilanda depresi dan kekalahan perang yang panjang.
Sebelumnya pada tanggal 19 Agustus 1945 dibentuk Badan Kepolisian Negara (BKN) oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
| HUT Bhayangkara ke-79, Halaman Kantor Polres Mateng Jadi 'Ladang Rezeki' Bagi Pedagang Kecil |
|
|---|
| Ini Pesan Bupati Arsal di Momen HUT Bhayangkara ke 79 untuk Polres Mamuju Tengah |
|
|---|
| HUT Bhayangkara ke - 79, Aktivis HMI Minta Polres Mateng Tuntaskan Kasus Mangkrak |
|
|---|
| Refleksi Hari Bhayangkara ke-79 Tahun 2025 "Polri untuk Masyarakat" |
|
|---|
| Nenek-nenek di Mamuju Tengah Senang Dapat Bantuan dari Polisi di Momen Hari Bhayangkara |
|
|---|