Jajanan Mamasa

Cerita Warga Tasikmalaya Jual Telur Bihun Goreng Laris Manis di Mamasa 

Setelah bertemu sang pujaan hatinya, ia akhirnya menjadi warga Kabupaten Mamasa, tepatnya di Kecanatan Sumarorong.

Penulis: Hamsah Sabir | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Hamsah Sabir
Lapak jualan telur bihung gulung Faturrahman (45) saat ditemui di Jl Emy Saelan, Kelurahan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Minggu (25/02/2024). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Seorang penjual telur bihung gulung, Faturrahman (45) di Kabupaten Mamasa, raup cuan hingga ratusan ribu per hari.

Faturrahman merupakan warga asal Tasikmalaya Bandung, Provinsi Jawa Barat (Kabar).

Kinj Faturrahman telah menetap di Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), setelah menikah dengan sorang wanita asal Sumarorong bernama Ernawati.

Tiap hari ia mangkal di Jalan Emy Saelan, Kelurahan Mamasa, Kabupaten Mamasa, untuk menjajakan jualan telur bihung gulungnya.

Harga jualannya juga terbilang cukup terjangkau.

Pertusuk ia hanya jual seharga Rp 1000 rupiah.

Tiap hari ia buka mulai pagi hingga pukul 19:00 Wita.

Kepada Tribun-Sulbar.com, Faturrahman mengaku, tiap hari ia mangkal di jalan tersebut.

Ia mengaku, tiap hari raup cuan sebanyak Rp 900 ribu.

"Itu kotor Mas," jelas Faturrahman saat ditemui di Jl Emy Saelan, Kelurahan Mamasa, Minggu (25/02/2024).

Kata dia, menjadi penjual telur bihung gulung itu ia lakoni kurang lebih satu tahun lamanya.

Sembari layani pembelinya, Faturrahman, menjelaskan, awaslnya ia menjual di Pare - Pare Sulsel.

Namun setelah bertemu sang pujaan hatinya, ia akhirnya menjadi warga Kabupaten Mamasa, tepatnya di Kecanatan Sumarorong.

"Kami sudah berdomisili di Sumarorong, dan tiap hari saya dagang disini (Mamasa) Mas," pungkasnya.

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com, Hamsah Sabir.

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved