Sekolah Disegel

Pemilik Lahan Minta Polisi Usut Dugaan Pemalsuan Jual Beli Tanah SDN 061 Tapparang Polman

Warga yang mengaku pemilik lahan bernama Saharuddin dan Solihin ikut diperiksa polisi.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Fahrun Ramli
Personel Polres Polman saat mengawal pembukaan segel di SDN O61 Inpres Tapparang Desa Rumpa Kecamatan Mapilli, Polman, Rabu (3/1/2024). 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Polemik penyegelan di gedung SDN 061 Inpres Tapparang, Desa Kurma, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) terus berlanjut.

Papan simbol penyegelan ini telah dilepas Polres Polman, Rabu (3/1/2024).

Warga yang mengaku pemilik lahan bernama Saharuddin dan Solihin ikut diperiksa polisi.

Saharuddin pun meminta agar polisi ikut menelusuri adanya pemalsuan dokumen akta jual beli (AJB).

"Waktu tanah itu terjual, saya sedang merantau di luar daerah, tapi dalam dokumen ada tanda tangan saya," terang Saharuddin kepada wartawan.

Dikatakan hal itu tidak lah wajar, lantaran ia mengaku tidak pernah ikut menandatangani dokumen jual beli tanah.

Saharuddin pun menduga kuat ada yang sengaja memalsukan tanda tangannya agar lokasi tersebut terjual.

Sewaktu kembali ke Desa Rumpa, usai merantau, Saharudin kaget melihat adanya bangunan sekolah.

"Dokumen akta jual beli (AJB) ini terbit pada tahun 1982, lalu dibanguni gedung sekolah," lanjut Saharuddin.

Dikatakan ia bersama saudaranya menduga tanda tangan dalam dokumen AJB tersebut dipalsukan.

Lantaran dirinya saat itu masih berada di perantauan, dan tidak mengetahui adanya jual beli tanah.

Sementara yang membeli tanah tersebut ialah pemerintah desa setempat untuk dibanguni sekolah dasar.

Saharuddin bersama keluarganya ini sempat menuntut ganti rugi atas tanah tersebut.

Hingga ia nekat melakukan penyegelan lantaran ganti rugi yang dituntut tidak pernah ada.

"Untuk itu polisi juga harus menelusuri adanya dugaan pemalsuan tanda tangan dan jempol jari itu," ungkapnya.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved