Sampah Polman
Air Sungai di Matakali Polman Mulai Tercemar Limbah Sampah
Yusuf meminta DLHK Polman segera menghentikan penimbunan sampah di Matakali, karena hanya akan berdampak buruk bagi lingkungan sekitar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Area-penimbunan-sampah-yang-diabadikan-menggunakan-kamera-drone.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Timbunan sampah masih terus terjadi di Kelurahan Matakali, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali mandar (Polman), Sulawesi Barat setelah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Polman menimbun sampah disana, dengan alasan bantu seorang warga pemilik lahan untuk meratakan tanah.
Lokasi penimbunan sampah ini berdekatan dengan aliran sungai Matakali yang mengalir ke Pantai Mampie Polman.
Lahan yang jadi lokasi penimbunan sampah.
Dijelaskan, lahan yang awalnya bekas tambak ini tidak produktif, lantaran selalu kebanjiran saat musim hujan.
Sehingga pemilik lahan meminta agar ditimbun saja agar bisa digunakan lagi.
Jadi masalah saat ini, karena kondisi lingkungan di sekitar lokasi penimbunan sampah sudah mulai rusak.
"Aliran air di sekitar situ sudah mulai tercemar limbah sampah yang dibuang oleh DLHK Polman, " ujar Yusuf Wahil, warga Matakali kepada Tribun-Sulbar.com.
Baca juga: Timbun Sampah di Matakali, Pemkab Polman Berkilah Hanya Bantu Pemilik Lahan Ratakan Tanah
Baca juga: Penimbunan Sampah di Matakali Polman Terus Berlanjut Meski Diprotes dan Viral
Yusuf menuturkan, potensi air sungai sekitar tercemar kian besar, apalagi sudah memasuki musim hujan.
Terlihat air di sekitar lokasi penimbunan juga sudah mulai berubah warna akibat limbah sampah.
Jika hal ini tidak segera diatasi, maka dampaknya akan berkepanjangan.
"Ini alirannya sangat berpotensi mencemari aliran hingga ke Mampie. Efek lainnya, banyak tambak yang lokasinya mengarah ke Mampie juga bakal terdampak," jelas Yusuf.
Sehingga dia meminta DLHK Polman segera menghentikan penimbunan sampah di Matakali, karena hanya akan berdampak buruk bagi lingkungan sekitar.
Sampah dibuang di Matakali, karena Pemkab Polman sudah tidak punya Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sejak TPA Paku ditutup karena diprotes warga setempat.
Sementara itu, TPA baru yang direncanakan bertempat di wilayah Sattoko hingga kini tidak jelas kapan difungsikan.
Sudah dua pekan seluruh sampah di wilayah Polman dibawa ke lokasi ini, truck armada silih bergantian berdatangan.