Jumat, 12 Juni 2026

Kasus Pelecehan Anak

Oknum Guru Madrasah di Polman Diduga Lecehkan Anak Didik Aktivis Minta Polisi Segera Bertindak

Terduga pelaku dikabarkan melecehkan sejumlah muridnya pada beberapa tempat berbeda di Polman

Tayang:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Oknum Guru Madrasah di Polman Diduga Lecehkan Anak Didik Aktivis Minta Polisi Segera Bertindak
ist
Ilustrasi pelecehan -oknum tenaga pengajar sebuah madrasah di Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) diduga telah melakukan tindak pelecehan seksual terhadap sejumlah siswanya, Kamis (16/4/2026). Berdasarkan informasi yang berkembang, terduga pelaku seorang guru dengan status PPPK. 

Ringkasan Berita:1. Terduga Pelaku Oknum guru dengan status PPPK.
2. Instansi: Salah satu madrasah di Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
3. Dugaan Tindakan: Melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah siswa di beberapa lokasi berbeda.
4. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi dari pihak korban ke kepolisian.
5. Korban diduga merasa malu dan takut untuk melapor, yang disinyalir akibat adanya intimidasi.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Seorang oknum tenaga pengajar sebuah madrasah di Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) diduga telah melakukan tindak pelecehan seksual terhadap sejumlah siswanya, Kamis (16/4/2026).

Berdasarkan informasi yang berkembang, terduga pelaku seorang guru dengan status PPPK.

Bertugas pada salah satu sekolah madrasah di Kecamatan Matakali, Polman.

Baca juga: Marak Kasus Serangan Anjing Liar di Polman Polisi Imbau Warga Tak Biarkan Peliharaannya Berkeliaran

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Sulbar, Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi Sore hingga Malam Ini

Terduga pelaku dikabarkan melecehkan sejumlah muridnya pada beberapa tempat berbeda. 

Polisi diminta segera turun menyelidiki kasus ini tanpa harus menunggu laporan dari korban.

"Walaupun belum ada laporan resmi, sebaiknya polisi segera bertindak apalagi ini terduga pelaku seorang pendidik," kata aktivis peduli anak, Retno Dwi Utami kepada wartawan.

Dia mengungkapkan, perbuatan terduga pelaku merusak mental korban dan menimbulkan trauma berkepanjangan.

Jika tidak segera mendapat penanganan, Retno khawatir terduga pelaku kembali mengulangi perbuatannya. 

Pun demikian dengan korban yang diakui perlu mendapat pendampingan khusus agar tidak merasakan trauma berkepanjangan.

"Itu tidak bisa dibiarkan karena akan merusak mental anak, bisa mengakibatkan korban merasakan trauma berkepanjangan," ungkapnya.

Retno khawatir para korban bisa menjadi pelaku tindak kekerasan seksual di kemudian hari jika tidak dilakukan pendampingan dan pengawasan. 

Belum Dilaporkan

Dia memperkirakan para korban hingga saat ini belum melaporkan pelecehan sang oknum guru, karena merasa malu dan takut diduga akibat intimidasi. 

Direktur Lembaga Lentera Perempuan Mandar itu berharap, masalah ini mendapat perhatian serius dari pihak terkait.

"Kasus ini jangan dianggap lumrah, kalau memang terbukti harus diproses hukum sesuai aturan," pungkas Retno.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Madrasah Kemenag Polman, Marzuki mengaku telah mendapat laporan terkait adanya kasus tersebut.

"Kita telusuri dulu bagaimana kronologi kejadiannya, saya mau bicara dulu sama kepala madrasahnya," ungkap Marzuki saat dihubungi wartawan.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli 

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved