harga bahan pokok

Warga Keluhkan Harga Bahan Pokok di Pasar Sentral Majene Naik Jelang Nataru

Pantauan Tribun-Sulbar.com, mulai dari tomat, worter hingga kentang harganya melambung.

Editor: Nurhadi Hasbi
Juita Mammis/Tribun-Sulbar.com
Pedagang Ramli (40) saat menjaga jualan di Pasar Sentral Majene, Kecamatan Banggae, Majene, Sulawesi Barat, Sabtu (16/12/2023) WITA. 

TRIBUN-SULBAR. COM, MAJENE- Harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan di Pasar Sentral Majene, Lingkungan Pakkola, Kecamatan Banggae, Majene, Sulawesi Barat, Sabtu (16/12/2023) WITA.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, mulai dari tomat, worter hingga kentang harganya melambung.

Sementara wortel kini Rp 14 ribu dari sebelumnya Rp 13 ribu, tomat sebelumnya Rp 10 ribu menjadi Rp 15 ribu.

Lalu, harga Kentang dari Rp 23 ribu menjadi Rp 24 ribu.

Sedangkan bawang merah sebelumnya harga Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu.

Lombok besar justru mengalami penurunan harga dari Rp 80 ribu menjadi Rp 55 ribu.

Salah seorang pedagang Ramli mengatakan, harga saat ini masih bisa naik sampai tahun baru.

Ramli menyebut komoditas yang dijual berasal dari Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar.

Mahalnya harga komoditas diakibatkan musim kemarau dan barang susah.

Para pedagang di Pasar Sentral Majene berharap harga komoditas bisa segera kembali normal dan tidak langka.

Warga Papa Accu mengeluhkan hampir semua bahan pokok naik di Pasar Sentral Majene.

"Apalagi penghasilan tidak ada dan daya beli masyarakat kurang," kata Papa Accu kepada Tribun Sulbar.com di penjualan Ramli.

Diketahui, harga cabai rawit di daerah lain naik signifikan, di Mamuju Tengah harga cabai rawit tembus Rp 120 ribu per kilogram.(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved