Pemerkosaan Anak

Beredar Rekaman Suara Kasus Pemerkosaan di Mamuju, Korban Sebut Pelaku Ada 10 Orang

Dalam rekaman berdurasi 54 detik itu, terdengar suara perempuan menjelaskan awal mula tindakan kekerasan seksual diketahui orangtua korban.

Penulis: Zuhaji | Editor: Nurhadi Hasbi
ilustrasi/int
Kasus kekerasan seksual dialami anak di bawah umur di Mamuju 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Beredar rekaman suara via WhatsApp yang diduga dari tetangga korban kasus dugaan pemerkosaan di Mamuju.

Dalam rekaman berdurasi 54 detik itu, terdengar suara perempuan menjelaskan awal mula tindakan kekerasan seksual diketahui orangtua korban.

"Waktu malam minggu kejadian," demikian rekaman suara tersebut.

Lanjutnya, korban mengaku bengkak di bagian selangkangan dan berjalan mengangkang sebab merasa sakit.

Karena curiga, sang ibu kemudian memeriksa sendiri tubuh anaknya yang kemudian dikatakan bahwa korban telah diperkosa.

"Ya na tunjuk mi orangnya, kebetulan itu pelaku satu lewat tadi depan rumahnya," sambungnya.

Terduga pelaku pertama akhirnya diamankan pihak keluarga untuk dibawa ke kantor polisi.

Di akhir rekaman perempuan itu mengatakan pelaku ada 10 orang dengan modus membawa korban kesebuah kos dan menenggak minum minuman keras.

"Dikasih minum itu Res (sejenis minuman beralkohol), mabuk itu ya diperkosa mi," tutupnya.

Terpisah, paman pelaku yang enggan disebutkan namanya juga mengungkapkan hal serupa.

"Keluarga panik, katanya anak kami dibawa ke kantor polisi jadi saya temani orangtuanya," ungkapnya saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Kamis (29/6/2023).

Setelah dibesuk, pelaku mengakui tindakan tak senonoh yang dilakukannya.

"Dia beraktivitas seperti biasanya, pas kebetulan ada ramai-ramai tanpa dia (pelaku) tahu lantas dia datangi, sampai di sana langsung ditunjuk oleh korban," singkatnya.

Sementara itu, aparat dusun tempat tinggal korban mengatakan, pada Senin, 26 Juni 2023 jelang waktu sholat magrib didatangi pihak keluarga untuk meminta bantuan melapor ke polisi.

Ditanya terkait rekaman suara yang menyebutkan pelaku berjumlah 10 orang, dirinya tidak mengetahui secara detail kejadian karena hanya membantu orangtua korban mendapatkan layanan hukum di kepolisian.

"Jadi saya hanya mendampingi, ibu korban yang membuat laporan dan memang satu pelaku langsung diamankan," singkat pak dusun saat dihubungi Tribun-Sulbar.com melalui sambungan telepon seluler, Kamis (29/6/2023). (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Zuhaji

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved