Lansia Aniaya Tetangga
Lansia di Riso Polman Terancam 5 Tahun Penjara Perkara Tali Rapiah
AG pun hanya bisa pasrah dan tunduk saat tangannya diborgol polisi dan digelandang ke Mapolres Polman.
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Pelaku-inisial-AG-60-yang-diamanka.jpg)
Tali rapiah tersebut hendak digunakan HA mengikat sapi, pelaku AG malah menggunakannya mengikat anjing.
"Saat korban datang di rumah pelaku, disitulah terjadi cekcok hingga bertikai pakai sajam," lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan pertikaian di Desa Riso, Polman mengakibatkan satu orang luka pada bagian wajah.
Korban tersebut dilarikan kerumah sakit umum daerah (RSUD) Andi Depu Polman Jl Ratulangi, Pekkabata.
Sementara pelakunya telah diamankan di Polsek Tapango, kini berada di Mapolres Polman, Jl Ratulangi.
"Pelakunya kita sudah amankan setelah ia menyerahkan diri usai kejadian pertikaian tersebut," lanjutnya.
Ia menjelaskan pertikaian keduanya dipicu hal sepele, yakni persoalan tali rapih yang diperebutkan.
Awalnya pelaku menggunakan tali rapiah milik korban untuk mengikat anjing.
Rupanya tali rapiah tersebut milik korban yang hendak digunakan untuk mengikat ternak sapi.
Korban inisial HR ini kemudian mendatangi rumah pelaku sembari membawa senjata tajam jenis badik.
Keduanya pun sempat cekcok, lantaran korban tidak terima tali rapianya digunakan mengikat anjing.
"Motifnya ini saling rebut tali rapiah, sempat cekcok, dan akhirnya bertengkar pakai senjata tajam," terang Iptu Bagus Wardana.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli