Berita Mamasa
40 Ekor Babi di Mamasa Terjangkit ASF
Jumlah itu tersebar di tiga kecamatan, di antaranya Kecamatan Sumarorong, Messawa dan Mamasa.
Penulis: Adriansyah | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Babi-milik-peternak-warga-di-Kecamatan-Tawalian-terserang-ASF.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Sedikitnya 40 ternak Babi di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) terkonfirmasi terpapar Flu Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).
Jumlah itu tersebar di tiga kecamatan, di antaranya Kecamatan Sumarorong, Messawa dan Mamasa.
Penyakit ASF mulai masuk di wilayah Kabupaten Mamasa sejak dua bulan terakhir.
Pertama kali ditemukan di Tabone, Kecamatan Sumarorong.
Tak berselang lama, virus ini menyebar dengan cepat, hingga menyerang puluhan Babi di sejumlah wilayah di tiga kecamatan itu.
Berdasarkan laporan yang diterima Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa, Babi yang terserang penyakit ASF terbanyak ditemukan di wilayah Kecamatan Messawa dan Kecamatan Sumarorong.
Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa, Selfianus menyebutkan, untuk Kecamatan Mamasa, hingga saat ini baru satu desa yang terkonfirmasi terpapar Flu Babi Afrika, yakni Desa Bubun Batu.
Kendati demikian, menurut Selfianus, perlu dilakukan antisipasi karena peredaran virus ini sangat cepat.
Bukan hanya peredarannya yang begitu cepat, namun, virus ASF juga mematikan bagi hewan khususnya Babi.
Guna mengantisipasi penyebarannya, pihak Dinas Pertanian terus melakukan edukasi pada peternak, dengan menjaga kebersihan kandang.
Selfianus menjelaskan, langkah-langkah yang dapat dilakukan hanya edukasi kepada peternak dan melakukan isolasi terhadap Babi yang masih sehat.
Kendalanya kata dia, karena sampai saat ini belum ditemukan obat ataupun vaksin terhadap virus ini.
Sehingga, upaya yang dapat dilakukan hanya melakukan isolasi bagi Babi yang masih sehat dan dipisahkan dari yang sudah terkonfirmasi.
"Yang pasti untuk Kabupaten Mamasa sudah ada Babi yang terkonfirmasi terserang Flu Babi," kata Selfianus, dikonfirmasi di Ruang Kerjanya di Dinas Pertanian, Desa Osango, Kecamatan Mamasa.
Dia berharap kepada peternak agar tidak mengunjungi Babi yang sudah dinyatakan terkonfirmasi, sebab penularannya sangat cepat.
Selain itu, ia meminta kepada peternak agar segera melaporkan kepada Dinas Pertanian jika Babinya dalam kondisi tidak sehat.
Karena jika dalam satu kandang terdapat satu ekor yang terpapar, dipastikan yang lainnya juga ikut terpapar.
"Babi yang terkonfirmasi harus dimusnahkan karena belum ditemukan obatnya maupun vaksinnya, supaya tidak Menular ke yang lain," tandasnya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng