Sabtu, 16 Mei 2026

Berita Mamasa

Kekurangan Murid dan Guru Honorer Ogah Mengajar, SDN 005 Kallan di Mamasa Terbengkalai

menurut Rahmat, jika dilihat dari konstruksi bangunan yang permanen, sekolah ini dapat dimaksimalkan untuk menjadi tempatnya proses belajar bagi siswa

Tayang:
Penulis: Adriansyah | Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Kekurangan Murid dan Guru Honorer Ogah Mengajar, SDN 005 Kallan di Mamasa Terbengkalai
Rahmat Sirua untuk Tribun Sulbar
Sekolah Dasar Negeri (SDN) 005 Kallan yang terletak di Desa Gandang Dewata, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat terancam tutup. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 005 Kallan yang terletak di Desa Gandang Dewata, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat terancam tutup.

Desa Gandang Dewata berada di ujung sebelah timur Kecamatan Tabulahan.

Berbatasan dengan wilayah kawasan taman nasional Gandang Dewata.

Sekolah ini dilaporkan tak beroperasi sejak 2019.

Padahal, sejatinya SDN 005 Kallan bisa mengakomodir anak didik dari dua kampung di desa itu, namun kondisinya justru dibiarkan terbengkalai.

"Proses belajar mengajar di sekolah itu tidak berjalan sejak tahun 2019 lalu," ujar seorang warga bernama Rahmat Sirua.

Kondisi diperparah, karena Kepala Sekolah SD itu justru mendirikan kelas jauh di Dusun Lisu, yang jauh dari pusat permukaan warga.

Padahal sekolah itu mendapat anggaran dari Dinas PUPR tahun 2019.

Sementara menurut Rahmat, jika dilihat dari konstruksi bangunan yang permanen, sekolah ini dapat dimaksimalkan untuk menjadi tempatnya proses belajar bagi peserta didik.

Bahkan lebih parahnya lagi, sejumlah fasilitas di sekolah itu dipindah ke rumah warga yang dijadikan kelas jauh.

"Sekolah itu tidak beroperasi karena kekurangan murid dan minimnya tenaga pengajar.

"Tenaga pengajar yang dominan berstatus kontrak, tidak masuk kerja karena informasi yang saya terima belum dibayarkan gajinya," kata Rahmat, Sabtu (15/4/2023).

Rahmat mengaku prihatin, sebab jika kondisi itu, peserta didik di Desa Gandang Dewata terancam putus sekolah.

"Kasihan anak-anak, bisa-bisa putus sekolah kalau dibiarkan begini. Semoga ini jadi perhatian dinas pendidikan," ucap Rahmat berharap.

Terhadap informasi itu, Tribun-Sulbar.com berupaya mengkonfirmasi Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan, Masmudin via Whatsapp.

Namum hingga berita ini diiris, belum diperoleh konfirmasi dari pihak Dinas Pendidikan.

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved