Berita Majene
Bawa Badik dari Mamuju, Pengendara Asal Polman Diringkus Polisi di Majene
Operasi kepolisian kewilayahan dengan sandi operasi Pekat Marano 2023 berlangsung selama 14 hari.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Sejumlah-personil-kepolisian-Resor-Majene-melakukan-pemeriksaan-terhadap-kendaraan.jpg)
TRIBUN - SULBAR.COM, MAJENE - Seorang pemuda berinisial RH diamankan Kepolisian Resor Majene karena kendapatan membawa senjata tajam jenis badik.
RH diamankan di Jl Jend. Sudirman, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Senin (22/1/2023) malam.
Kabag Ops AKP Suparman mengatakan RH ditemukan membawa sajam saat hendak menggelar operasi pekat.
Setiap pengendara yang melintas diperiksa oleh petugas kepolisian untuk mengantisipasi adanya barang bawaan benda-benda yang membahayakan.
"Dari hasil pemeriksaan tersebut terjaring salah seorang pengendara motor berinisial RH ditemukan membawa sajam, " ucap AKP Suparman dalam rilisnya, Senin (23/1/2023).
Awalnya RH hendak melintas dari arah Kabupaten Mamuju menuju Polewali Mandar.
Petugas menemukan badik RH tersimpan di dalam tas miliknya.
"Saat ini RH kami amankan untuk proses pemeriksaan," sebutnya.
Disampaikan, pelaksanaan operasi penyakit masyarakat (Pekat) terus gencar dilakukan oleh kepolisian resor majene, sebagai upaya untuk manjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Majene agar tetap kodusif.
Operasi kepolisian kewilayahan dengan sandi operasi Pekat Marano 2023 berlangsung selama 14 hari.
Mulai 19 Januari hingga 1 Februari 2023 .
Target operasi meliputi perjudian, minuman keras, senjata tajam, prostitusi, senjata api/bahan peledak ilegal, premanisme dan narkotika serta tindak kejahatan lainnya.(san)