Breaking News:

Natal dan Tahun Baru

Majene Tanpa Petasan Kembang Api di Momen Natal dan Tahun Baru, TNI Polri Siaga

Operasi berlangsung selama 11 hari mengerahkan 302 personel gabungan kepolisian, TNI hingga satuan polisi pamong praja.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Hasan Basri
Kapolres Majene AKBP Febryanto Siagian pemasangan pita pada personel Satpol PP pada apel pasukan pengamanan operasi lilin natal dan tahun baru 2022. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Kepolisian Resor (Polres) Majene akan menggelar operasi lilin Marano  23 Desember sampai 2 Januari  dalam rangka pengamanan Natal dan perayaan  tahun baru 2023.

Operasi berlangsung selama 11 hari mengerahkan 302 personel gabungan kepolisian, TNI hingga satuan polisi pamong praja.

Personel ini ditempatkan di sejumlah pos pengamanan, pelayanan, pusat keramaian, tempat ibadah dan wisata yang ada di Majene.

Pelaksanaan operasi lilin diawali dengan gelar pasukan di lapangan Apel Mapolres Majene, Kamis (22/12/2022)

Apel dipimpin Kapolres Majene AKBP Febryanto Siagian dihadiri Bupati Majene H. A. Achmad Syukri Tammalele.

Dalam apel pasukan diikuti puluhan personel dari Polres Majene, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Basarnas, pemadam kebakaran, Public Safety Center (PCS) 119 dan Dinas Kesehatan.

Dalam acara itu dilakukan pemeriksaan pasukan oleh Kapolres Majene Bersama Bupati Majene,  serta pemasangan pita tanda operasi mewarnai rangkaian kegiatan tersebut.

“Apel Gelar Pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana prasarana. Dengan demikian, diharapkan pengamanan dapat terselenggara secara optimal dan sinergi, sehingga perayaan Natal 2022 serta tahun naru 2023 (Nataru) mampu berjalan dengan kondusif.” kata Kapolres Majene AKBP Febryanto Siagian

“Saya minta persiapan seluruh sektor dan stakeholder dalam mengantisipasi gangguan dan masalah saat natal dan tahun baru ini betul-betul disiapkan, agar masyarakat merasa nyaman dan juga aman," lanjut perwira dua bunga ini

Operasi Lilin melibatkan personel gabungan Polri, TNI, Instansi terkait dan Pramuka Saka Bhayangkara sebanyak 302 orang.

Pengamanan selama operasi Lilin Marano 2022 yaitu rumah ibadah, pusat keramaian masyarakat, lokasi wisata dan titik lokasi longsor.

Ia juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat tidak menggunakan petasan saat malam pergantian tahun agar tidak menganggu masyarakat yang melaksanakan ibadah ataupun kegiatan lainnya.

"Kami imbau masyarakat tidak menyalakan petasan demi keamanan kita bersama, tetap patuhi protokol Kesehatan, tertib berlalu lintas, jaga keamanan dan ketertiban, antisipasi jika cuaca buruk saat bepergian dikarenakan wilayah majene merupakan wilayah rawan longsor," pesannya.(San) 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved