Gantung Diri

Keluarga Pria Tewas Gantung Diri di Buttuada Mamuju Tolak Otopsi

Korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa oleh petani sekitar pada pukul 10.00 WITA.

Penulis: Zuhaji | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Zuhaji
Dokter forensik RS Bhayangkara Mamuju, AKBP Mauluddin (memakai topi) saat melakukan visum terhadap korban gantung diri. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pihak keluarga dari pria yang diduga gantung diri menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban.

Hal tersebut disampaikan dokter forensik, AKBP Mauluddin kepada wartawan, di RS Bhayangkara, Jl Arteri, Simboro, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (24/11/2022).

"Pihak keluarga menolak otopsi dan ada pernyataan penolakan guna mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dikemudian hari," ujarnya.

Terkait motif bunuh diri, AKBP Mauluddin tidak dapat berspekulasi terlalu jauh.

Namun, berdasarkan pengalamannya sebagai dokter forensik sejak 2007, setiap orang punya tingkat stres berbeda-beda.

"Tinggal bagaimana kita mengontrol emosi, bahkan bunuh diri itu bisa karena faktor genetik," jelas AKBP Mauluddin.

Penemuan jasad seorang pria yang belakangan diketahui identitasnya bernama Marten (43) di Desa Buttuada, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (23/11/2022) menggegerkan warga.

Korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa oleh petani sekitar pada pukul 10.00 WITA.

Warga yang hendak berkebun, kemudian menemukan korban sudah tergantung dengan seutas tali terikat di lehernya.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal di Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Mamuju, pukul 14.00 WITA.

"Setelah dilakukan visum luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan," tutup AKBP Mauluddin.

Sosok Marten di mata kerabatnya merupakan orang yang pendiam.

Aparatur Sipil Negara (ASN) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Kecamatan Tabulahan, Mamasa itu bahkan terlihat sangat tenang.

"Pak Marten orang baik," ungkap teman kerja korban, Hermina saat dihubungi wartawan, Kamis (24/11/2022).

Dia juga mengatakan, korban memiliki seorang istri dan anak yang masih kecil.

"Baru berapa bulan pindah tugas ke BPP Tabulahan," pungkasnya.

Hingga saat ini, pihak keluarga korban belum dapat diminta keterangannya lebih lanjut terkait penolakan otopsi. (*)

Laporan Wartawan Tribunsulbar.com Zuhaji

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved