Kunjungi SMA 2 Mamuju, KPID Sulbar Tanamkan Wawasan Penyiaran pada Pelajar

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulbar menanamkan wawasan penyiaran kepada pelajar SMA Negeri 2 Mamuju.

Tribun Sulbar / Ist
Wakil Ketua KPID Sulbar Ahmad Syafri saat memberikan wawasan penyiaran kepada siswa SMAN 2 Mamuju Jl Soekarno Hatta, Kecamatan Mamuju, Sulbar, Sabtu (1/10/2022).(Ist) 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulbar menanamkan wawasan penyiaran kepada pelajar SMA Negeri 2 Mamuju.

Penanaman wawasan penyiaran dilaksanakan di ruangan kelas SMA Negeri 2 Mamuju Jl Soekarno Hatta, Kecamatan Mamuju, Sulbar, Sabtu (1/10/2022).

Empat komisioner turut hadir memberikan wawasan penyiaran kepada siswa-siswi.

Wakil Ketua KPID Sulbar Ahmad Syafri mengatakan pentingnya memilih dan memilah siaran sehat sesuai standar norma penyiaran kepada para pelajar yang identik dengan pakaian putih abu-abu tersebut.

Ajakan untuk cerdas memilih tayangan yang sehat pada layar televisi dan mendengarkan siaran radio yang berkualitas hingga bermanfaat.

"Siswa generasi muda yang harus dibekali dengan pendidikan sebagai upaya membangun dan membentengi dirinya dari berbagai macam tontonan dan informasi yang begitu sesak menjejali mata dan telinga saat ini," kata Ahmad.

Jika tidak bijak menyaringnya maka informasi dan tontonan itu bisa saja merusak mental dan pikirannya mengingat usianya yang terbilang masih muda.

Ahmad Syafri mengungkapkan bahwa tujuan KPID datang untuk mengedukasi adik-adik pelajar agar mampu memfilter siaran yang baik untuk dilihat dan memberi wawasan luas terhadap perkembangan Mamuju.

"Carilah siaran yang memuat tentang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pelajaran sekolah sehingga lebih menambah wawasan dan cara berpikir kita," ungkapnya.

Ahmad Syafri pun membagikan kiat cerdas memilih dan memilah tayangan televisi dan siaran radio yang sehat dengan cara perhatikan klasifikasi siarannya, pilih siaran bermanfaat, awasi dan dampingi jika ada anak kecil menonton.

Begitupun, awasi siaran tak sehat yang tidak sesuai dengan pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran (P3SPS) dan apresiasi siaran sehat dengan menyampaikan kepada teman sekolah, kerabat dan tentunya keluarga dirumah ujarnya.

Senada, Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Sulbar Hadrah mengajak siswa atau pelajar SMA 2 Mamuju untuk lebih mengenal KPID dari dekat.

Hadrah berharap ke depan pelajar semakin memahami tugas yang diemban Komisioner secara luas sehingga pelajar bisa menjadi mitra KPID dalam melakukan pengawasan siaran televisi dan radio sesuai amanat Undang-undang 32 Tahun 2002 tentang penyiaran pungkasnya.

Komisioner Bidang Kelembagaan Naluria Islami menyampaikan pesan agar pelajar dapat menjadi jembatan KPID menularkan apa yang telah didapat hari ini terkait tugas kami secara umum kepada keluarga dan teman-teman lainnya.

Pada sesi penutup, Koordinator Bidang PS2P Firman Getaran menjelaskan pentingnya lembaga KPID.

"Seandainya KPID tidak ada maka tak adalagi yang mengawasi siaran televisi dan radio, jika ada siaran yang ditayangkan televisi ataupun disiarkan radio yang diduga melanggar norma dan aturan, dipastikan tidak bisa ditindak karena tidak ada lembaga yang mengawasinya," paparnya.

Olehnya itu pada tahun 2002 lalu lahirnya KPI kemudian ada KPID Provinsi sebagai lembaga yang khusus mengawasi siaran televisi dan radio.

KPID juga menjalin kerjasama berbagai pihak untuk bersama-sama mengawasi televisi dan radio.

"Kalau ada temuan melanggar mak lebih awal akan mengkajinya sebelum memberikan sanksi, jika terbukti melanggar P3SPS, KPID akan memberikan sanksi sesuai tingkat pelanggarannya, misalnya diberi teguran hingga yang terberat ialah penghentian program siaran untuk sementara waktu," tandasnya.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved