Berita Mamuju

Damkar Mamuju Cari Ular Piton 9 Meter yang Resahkan Warga, Sudah Memangsa Seekor Anjing

Randy menuturkan, ular tersebut sempat memangsa anjing yang berada di sekitar lokasi,dan anjing yang dimangsa dimuntahkan kembali

Penulis: Abd Rahman | Editor: Ilham Mulyawan
Abdul Rahman/Tribun-Sulbar.com
Tim Damkar Mamuju Cari Ular Panjang 9 Meter di Husni Thamrin, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).(Abd Rahman) 


TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU - Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Mamuju menyisir tempat bersarangya ular piton sepanjang sembilan meter, Selasa (20/9/2022).

Penyisiran itu dilakukan di pemukiman warga yang berada di Jl Husni Thamrin, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Pantuan Tribun-Sulbar.com, sejumlah petugas Damkar Mamuju membabat semak-semak blutar yang berada di lokasi tempat ular bersembunyi.

Baca juga: Warga Temukan Ular Piton 7 Meter, Damkar Akan Survei Belakang RSUD Mamuju

Baca juga: Ular Piton 7 Meter Dikuliti Warga Pasar Baru Mamuju

Sebelumnya, warga setempat menangkap ular sepanjang tujuh meter usai memangsa seekor anjing.

Lalu ular itu dibawa warga ke Jl Andi Makassau Pasar Baru Mamuju untuk dikuliti pada Senin (19/9/2022) malam.

Damkar Mamuju cari ular sembilan meter di semak belukar
Damkar Mamuju cari ular sembilan meter di semak belukar

Kepala Bidang Damkar Mamuju Randy mengatakan, pihaknya mendapat laporan warga, bahwa masih ada ular sepanjang sembilan meter yang masih berada di sekitar pemukiman.

Sehingga, ia bersama tim Damkar mencari ular tersebut hingga ke semak-semak dan beberapa lubang di lokasi.

"Memang ada jejak-jejak ular dan lubang-lubang kecil di tanah yang diduga menjadi tempat bersarangnya ular," ungkap Randy saat ditemui Tribun-Sulbar.com.

Randy menuturkan, ular tersebut sempat memangsa anjing yang berada di sekitar lokasi,dan anjing yang dimangsa dimuntahkan kembali karena warga sempat memukul ular tersebut.

Namun, ular sembilan meter itu tidak berhasil ditangkap lantaran mengamuk dan melawan sehingga warga ketakutan.

"Memang ada karena ada jejak-jejak ular apalagi ada bangkai anjing yang sudah dimangsanya," beber Randy.

Karena itu, Randy menghimbau kepada warga sekitar agar tidam mendekati lokasi tersebut sebab dikhawatirkan akan muncul.

Selain itu, warga setempat harus menjaga kebersihan lingkungan agar habibat ular tidak teranggu.

"Kita tunggu laporan warga, kalau misalkan muncul pasti kami turun untuk menangkap," tandasnya.

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved