Jenazah Warga Ditandu

Soal Jenazah Ditandu, Kadis Kesehatan Polman: Kepala Puskesmas Sudah Berupaya Warga Tidak Sabaran

Dia menjelaskan, keluarga almarhum Darwis tidak sabar menunggu hingga akhirnya mereka memutuskan ditandu sampai ke rumah duka.

Penulis: Kamaruddin | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Kamaruddin
Kepala dinas kesehatan, Kabupaten Polman, Suaib Nawawi saat ditemui di kantornya, di Jl. Andi Depu, Kecamatan Polewali, Senin, (19/9/2022) 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Kepala Dinas Kesehatan Polman Andi Suaib Nawawi mengatakan, kejadian jenazah di tandu di Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman, Minggu (18/9/2022) kemarin, karena warga tidak sabaran.

"Kepala Puskesmas sudah berupaya mencari alternatiff, namun warga tidak sabaran," kata Suaib saat ditemui Tribun-Sulbar.com di kantornya Jl. Andi depu, Kelurahan Lantora, Kecamatan Polewal, Polman, Senin, (19/9/2022).

Diketahui, jenazah almarhum Darwis (67), warga Labuang, Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman terpaksa ditandu dari Puskemas Campalagian ke rumah duka di Labuang karena tidak ada ambulance.

Baca juga: KPM-PM Sesalkan Puskesmas Campalagian Tidak Berikan Fasilitas Mobil Ambulans hingga Jenazah Ditandu

Baca juga: Kritik Pemkab Polman, Pemuda Campalagian: Daripada Bangun Bandara, Mending Beli Ambulans Jenazah

Dia menjelaskan, keluarga almarhum Darwis tidak sabar menunggu hingga akhirnya mereka memutuskan ditandu sampai ke rumah duka.

"Kalau mobil ambulans itu sementara merujuk, saya sudah telepon kepala puskesmas katanya sementara mengupayakan mobil jenazah dengan kapala desanya tapi masyarakatnya sudah tidak sabar menunggu ya," terangnya.

Dikatakan, saat itu ada dua pasien yang sedang mengalami kondisi kritis.

Pasien atas nama Darwis tidak sempat dirujuk dan meninggal di puskesmas Campalagian.

Sementara pasien yang lain sudah dirujuk ke rumah sakit Hajjah Andi Depu.

"Waktu itu ada dua pasien, jutru ini yang meninggal sementara proses dirujuk namun tidak sempat dirujuk dan meninggal, sementara ada juga ini yang satu kritis juga jadi itu yang dirujuk" ungkapnya.

Ia menambahkan, puskesmas Campalagian memiliki dua unit mobil ambulans.

Warga Desa Labuang, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat menggotong jenazah, viral di media sosial (medsos), Minggu (18/9/2022).(Ist)
Warga Desa Labuang, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat menggotong jenazah, viral di media sosial (medsos), Minggu (18/9/2022).(Ist) (Tribun Sulbar / Ist)

Satu mobil ambulans kondisinya rusak dan tidak bisa digunakan sementara mobil yang lain dipakai merujuk.

"Kondisi mobilnya sudah rusak, karena sudah tua memang sementara yang satu dipakai merujuk jadi alternatif cari ambulans dari luar. Sudah diupayakan bersama kepala desanya tapi masyarakatnya tidak mau sabaran" katanya.

Suaib menegaskan, jika ada pasien yang meninggal di puskesmas dan tidak ada mobil jenazah boleh menggunakan mobil ambulans.

Selain itu, kata dia pihaknya mengutamakan pasien yang masih hidup untuk dirujuk dengan pertimbangan berupaya menyelamatkan nyawa manusia.

"Misalnya ada dua pilihan ada jenazah satu ada juga yang sedang kritis di situ ini yang diutamakan dulu yang harus diselamatkan jiwanya untuk menggunakan mobil dengan pertimbangan kemanusiaan," pungkasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved