Jenazah Ditandu

KPM-PM Sesalkan Puskesmas Campalagian Tidak Berikan Fasilitas Mobil Ambulans hingga Jenazah Ditandu

Dia juga mengatakan dalam situasi darurat, pegawai Puskesmas harus mengambil sikap dengan mempertimbangkan sisi kemanusiaan.

Penulis: Kamaruddin | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Kamaruddin
Ketua KPM-PM periode 2022-2024, Muhammad Saad. 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Jenazah almarhum Darwis (67), warga Labuang, Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman ditandu dari puskemas Campalagian ke rumah duka karena tidak mendapat fasilitas mobil ambulans dari pihak puskesmas.

Hal tersebut mendapat tanggapan dari organisasi mahasiswa, Kesatuan Pelajar Mahasiswa Polewali Mandar (KPM-PM).

Ketua Umum KPM-PM, Muhammad Saad menyayangkan hal tersebut.

Baca juga: Kritik Pemkab Polman, Pemuda Campalagian: Daripada Bangun Bandara, Mending Beli Ambulans Jenazah

Baca juga: Video, Ambulans Tidak Ada, Jenazah Warga Campalagian Ditandu

Menurutnya, aturan tentang penggunaan mobil ambulans sudah jelas dalam peraturan bupati.

"Sangat disayangkan ketika hal seperti ini terus terjadi secara syarat dan aturannya sudah jelas bahwa penggunaan ambulance diperuntukan pada keadaan darurat, rujukan bagi orang sakit dan mengantar jenazah," ucap Saad kepada Tribun via pesan singkat, Senin, (19/9/2022).

"Coba dilakukan peninjauan kembali terkait peraturan bupati yang mengatur penggunaan ambulans beserta tarifnya, di situ sudah jelas SOP nya. Bagaimana sehingga tidak membebankan masyarakat dan tidak menyulitkan pihak Puskesmas ketika menjalankan SOP tersebut, SOP itu sudah diatur dalam Perbub" sambungnya.

Dia juga mengatakan dalam situasi darurat, pegawai Puskesmas harus mengambil sikap dengan mempertimbangkan sisi kemanusiaan.

"Mestinya sebagai pegawai juga harus bisa mengambil sikap dengan baik ketika diperhadapkan dengan situasi darurat, inisiatifnya mesti ada, jangan hanya persoalan tidak adanya mobil yang biasa digunakan untuk mengantar jenazah lantas tidak diberikan kebijakan untuk meminjamkan mobil yang satunya. Kenapa tidak dipinjamkan saja mobil yang satunya kasihan masyarakat," katanya.

Warga Desa Labuang, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat menggotong jenazah, viral di media sosial (medsos), Minggu (18/9/2022).(Ist)
Warga Desa Labuang, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat menggotong jenazah, viral di media sosial (medsos), Minggu (18/9/2022).(Ist) (Tribun Sulbar / Ist)

Sebelumnya, Keluarga almarhum Darwis mengungkapkan kekecewaan dengan Puskesmas Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.

Pasalnya, Puskesmas tidak memfasilitasi mobil ambulans untuk mengantar jenazah keluarganya ke rumah duka.

"Ada ambulans di sana tapi ambulans rujukan, sementara ambulans mayat ke Makassar," ucap keluarga almarhum, Subaer kepada tribun melalui telepon selulernya, Minggu (18/9/2022).

Namun yang membuat keluarga almarhum kecewa, karena tidak mendapat respon baik pada saat meminta bantuan agar dicarikan ambulans lain.

"Kita tanya pegawainya bisa dicarikan ambulans, pegawainya cuma jawab tidak ada nomornya di sini, kita tidak tau," lanjut Subaer. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved