Breaking News:

Stunting Sulbar

BKKBN Sulbar Bangun 176 Keluarga Berkualitas Tangkal Stunting

Hingga Agustus 2022 ini, BKKBN Sulbar telah membangun 176 Keluarga Berkualitas (KB) yang tersebar di setiap kabupaten.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Fahrun Ramli
Deputi Bidang Pengendalian BKKBN RI, Bonivasius Prasetya Ichtiarto (kiri) bersama kepala BKKBN Sulbar, Nuryamin (kanan) saat konferensi pers di hotel Maleo Mamuju, Selasa (13/9/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Sulawesi Barat (Sulbar) membangun program kampung Keluarga Berkualitas (KB) di setiap daerah.

Hingga Agustus 2022 ini, BKKBN Sulbar telah membangun 176 Keluarga Berkualitas (KB) yang tersebar di setiap kabupaten.

Keluarga berkualitas itu sebagai kebaruan dari program keluarga berencana, tujuannya untuk menekan angka stunting.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Pengendalian BKKBN RI, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, saat tiba di hotel Maleo Mamuju, Selasa (13/9/2022).

Bonivasius Prasetya Ichtiarto, menjelaskan perbedaan keluarga berkualitas dengan keluarga berencana ada pada indikatornya.

Seperti indikator keluarga berencana ialah pengendalian kualitas penduduk, lewat perencanaan kelahiran.

"Sementara indikator keluarga berkualitas ini, ialah peningkatan kelayakan pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi," ujar Bonivasius Prasetya Ichtiarto saat konferensi pers.

Dikatakan program keluarga berkualitas ini intinya untuk menekan angka prevelensi stunting di Sulbar ini.

Sementara itu kepala BKKBN Sulbar, Nuryamin merincikan capaian program kampung keluarga berkualitas di setiap daerah.

Untuk di Polman sendiri sudah ada 47 kampung keluarga berkualitas, disusul Mamuju 30, lalu Majene 31 kampung KB.

Kemudian Pasangkayu 26, dan Mamasa 25, dan Mamuju Tengah 17 kampung keluarga berkualitas telah didirikan.

"Kita berharap semoga, dengan adanya program ini, sumber daya manusia akan semakin berkualitas, dan angka stunting semakin menurun," ungkap Nuryamin.

Dijelaskan tujuan terpenting dibentuknya perogma kampung KB itu, ialah unsur gotong royong untuk menekan angka prevelensi stunting.

Nantinya setiap kampung KB, terdapat petugas kesehatan atau penyuluh KB, petugas dan perlengkapan alat kesehatan.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved