Tolak Kenaikan Harga BBM

Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM, KAHMI Sulbar: Tugas Mahasiswa Sebagai Sosial Control

Kata dia, kondisi negara yang tidak stabil kemudian direspon mahasiswa dengan menyampaikan pendapat mereka di muka umum.

Penulis: Zuhaji | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribuners
Asisten III Gubernur Jamil Barambangi 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Ketua Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni HMI (Kahmi) Sulbar, Jamil Barambangi merespon unjuk rasa mahasiswa tolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Jamil menilai, yang dilakukan mahasiswas sudah tugasnya sebagai sosial control.

"Mereka harus melakukan itu dan sudah tugas mereka," ujar Jamil.

Menurutnya, ada satu kebijakan pemerintah yang berseberangan dengan kepentingan publik.

Sehingga tejadi aksi unjuk rasa mahasiswa.

Kata dia, kondisi negara yang tidak stabil kemudian direspon mahasiswa dengan menyampaikan pendapat mereka di muka umum.

"Sebenarnya bukan BBM naik, hanya mengalihkan subsidi yang tidak tepat sasaran," kata Jamil.

Namun, keputusan tersebut justru berefek terhadap rakyat kecil tidak terkecuali masyarakat Sulawesi Barat (Sulbar).

Jamil menurutkan, sejak dulu BBM sudah mahal hanya saja pemerintah mensubsidi harga guna meringankan beban kalangan menengah ke bawah.

"Sekarang dialihkan menjadi misalnya Bantuan Langsung Tunai (BLT)," ujarnya.

Dia berharap, pemerintah dapat mengkaji ulang kebijakan tersebut agar lebih tepat sasaran karena BLT sebesar Rp150 ribu setiap bulannya dirasa tidak akan menutupi kebutuhan BBM masyarakat. (*)

Laporan Wartawan TribunSulbar.com Zuhaji

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved