Tolak Kenaikan Harga BBM

Geruduk Kantor DPRD, PMII Pasangkayu Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Dalam penyampaian orasi, massa meminta pemerintah dan DPR RI mengkaji ulang kebijakan menaikkan harga BBM ini.

Penulis: Egi Sugianto | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Egi Sugianto
PMII Pasangkayu, unjuk rasa di depan DPRD Pasangkayu, Senin (5/9/2022) menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pasangkayu geruduk gedung DPRD Pasangkayu, Senin (5/9/2022).

Massa mahasiswa berjumlah kurang dari 50 orang ini, memaksa masuk di gedung DPRD Pasangkayu menyampaikan tuntutan penolakan kenaikan harga BBM.

Sebelum tiba di kantor DPRD Pasangkayu Jalan Ir Soekarno Kelurahan Pasangkayu, massa PMII Pasangkayu ini melakukan long march dari halaman Kantor Bupati Pasangkayu.

Baca juga: Pasca Kenaikan Harga BBM, Polisi Jaga Ketat SPBU di Polman

Baca juga: Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Majene, Sesama Massa Aksi Ricuh

Dalam penyampaian orasi, massa meminta pemerintah dan DPR RI mengkaji ulang kebijakan menaikkan harga BBM ini.

"Kami minta petisi ditandatangani bersama DPRD untuk menolak kenaikan harga BBM," ujar salah satu aksi bernama Asri, dengan teriakan menggunakan pengeras suara.

Wakil Ketua DPRD Pasangkayu Irfandi, menyampaikan apa yang dilakukan PMII Pasangkayu kali ini, semestinya sudah harus memang dilakukan dengan bersuara keras terkait penolakan kenaikan BBM.

"Saya pribadi dan lembaga DPRD ini, menolak kenaikan harga BBM. Adapun petisi kita akan tanda tangani bersama," ucapnya.

Selain Irfandi, fraksi DPRD lainnya, yakni Nasaruddin, Mirwan dan H Syaifuddin Andi Baso, juga sepakat menolak kebijakan kenaikan harga BBM tahun ini.

DPRD sepakat harusnya dilakukan pemerintah pusat saat ini adalah fokus pada pemilihan ekonomi pasca Pandemi Covid-19.

PMII Pasangkayu, unjuk rasa di depan DPRD Pasangkayu, Senin (5/9/2022) menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)
PMII Pasangkayu, unjuk rasa di depan DPRD Pasangkayu, Senin (5/9/2022) menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) (Tribun-Sulbar.com/Egi Sugianto)

Unjuk rasa dilakukan PMII Pasangkayu juga sempat mendapat pengawalan ketat oleh petugas kemanan dari Polres Pasangkayu.

Petugas sempat berbaris jadi palang pintu di depan DPRD Pasangkayu.

Namun beberapa menit kemudian mahasiswa dibiarkan masuk ke gedung DPRD.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Egi Sugianto

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved