HIV Sulbar

173 Kasus HIV Sulbar, Dokter Asran: Ada Fasilitas Konseling Setiap Kabupaten

Selama ini Dinkes Sulbar telah melakukan banyak konseling terkait bahaya HIV/AIDS.

Penulis: Zuhaji | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Hablu Hambali
Kadis Kesehatan Sulbar drh Asran Masdy saat ditemui di kantornya Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sulawesi Barat (Sulbar) drg Asran mengatakan epidemi HIV/AIDS menjadi masalah serius terhadap masyarakat dunia.

Oleh karena itu, untuk menanggulangi HIV/AIDS perlu peranan konselor dengan program tertentu terkait pencegahan HIV/AIDS.

"Setiap dinas di kabupaten ada, bahkan setiap rumah sakit daerah dan puskesmas ada konseling," ujar dokter Asran kepada TribunSulbar.com, Selasa (30/8/2022).

Dia menuturkan, selama ini Dinkes Sulbar telah melakukan banyak konseling terkait bahaya HIV/AIDS.

Konseling tersebut dilakukan sebagai upaya pelayanan kesehatan untuk menurunkan angka kesakitan, angka kematian, dan membatasi penularan serta penyebaran penyakit mematikan itu.

"Agar tidak meluas, juga mengurangi dampak negatif yang ditimbulkannya," sebutnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Permenkes RI No 52 tahun 2017 tentang Eliminasi Penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak.

Maka, virus yang menyerang sistem imun harus mendapatkan terapi agar tidak menurunkan daya tahan tubuh manusia.

"Kita selalu berkoodinasi dengan kabupaten, karena secara teknis merekalah yang melakukan konseling," jelas drg Asran.

Lanjut, kata dia para petugas kesehatan di Sulbar pun telah dilatih khusus untuk menjadi konselor.

"Kita juga ada laboratorium yang digunakan untuk pemeriksaan penderita HIV/AIDS," tutupnya. 

Menurut data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Barat, sejak 2018 hingga 2022 kasus HIV terjadi pada 173 pasien.

Adapun rerata rentang usia mereka yang kena HIV ada di usia 40 sampai 60 tahun.

"Penyumbang terbanyak ada dua, dari Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Polewali Mandar," ungkap Staf Bidang pengendalian dan pemberantasan penyakit (P2P) Dinkes Sulbar Nurul, kepada TribunSulbar.com di Kantor Dinkes Sulbar, Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kelurahan Simboro, Mamuju, Selasa (30/8/2022).

Kasus HIV tersebut yang paling terbanyak terpapar itu laki-laki mencapai 60 persen. Bahkan ada beberapa pelaku LGBT di Sulbar ini yang terkena HIV. (*)

Laporan Wartawan TribunSulbar.com Zuhaji

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved