Berita Mamasa

3 Kerbau Positif PMK di Mamasa, Karantina Pertanian Mamuju Serahkan APD & Disinfektan ke Pemkab

Karantina pertanian Mamuju menyerahkan APD dan disinfektan kepada Pemkab Mamasa menyusul adanya tiga ekor kerbau posisif PMK.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli
Karantina Pertanian Mamuju menyerahkan APD dan disnfektan kepada Wakil Bupati Mamasa, Martinus Tiranda sebagai respon atas adanya kerbau positif PMK. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Karantina Pertanian Mamuju menyerahkan 10 Alat Pelindung Diriri (APD) dan disinfektan kepada pemerintah Kabupaten Mamasa, sebagai respon atas adanya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kecamatan Tabang.

Sebelumnya, 14 ekor kerbau telah diambil sampelnya untuk diperiksa di Balai Besar Veteriner Maros, Sulsel, pada 3 Agustus 2022.

Hasil uji laboratorium dari sampel tersebut, tiga diantaranya dinyatakan postif terjangkit PMK yang keluar pada 5 Agustus 2022.

Baca juga: Ditemukan Tiga Ekor Kerbau Positif PMK, Mamasa Lockdwon Lalu Lintas Hewan Ternak

Baca juga: Terjangkit PMK, 3 Ekor Kerbau di Mamasa Akan Dipotong Bersyarat

Hewan ternak kerbau itu milik warga Desa Bakadi Sura, Kecamatang Tabang, Mamasa.

Selain menyerahkan APD, Karantina Pertanian Mamuju, bersama Tim Satgas PMK Sulbar, audiensi dengan Pemkab Mamasa dalam rangka menangani kasus PMK yang ada di Mamasa.

APD dan disinfektan tersebut nantinya digunakan untuk menangani tiga ekor kerbau yang terinfeksi PMK.

"Guna mencegah penyebaran virus tersebut ke beberapa daerah yang ada di Sulbar, kami segera melakukan koordinasi untuk meningkatkan biosecurity," ujar, Kepala Karantina Pertanian Mamuju, Agus Karyono, dalam rilisnya, Selasa (9/8/2022).

Agus menambahkan pihaknya juga mengapresiasi langkah Pemkab Mamasa yang segera memberlakukan lockdown di Kecamatan Tabang.

Suasana pengambilan sampel hewan ternak kerbau di Kecamatan Tabang, Mamasa, Sulbar, beberapa hari lalu, (dok Dinas Pertanian dan Peternakan Mamasa).
Suasana pengambilan sampel hewan ternak kerbau di Kecamatan Tabang, Mamasa, Sulbar, beberapa hari lalu, (dok Dinas Pertanian dan Peternakan Mamasa). (Tribun Sulbar / Ist)

"Kita mendukung upaya Pemkab Mamasa tersebut dengan menyerahkan bantuan alat pelindung diri dan disinfektan sebagai peningkatan biosecurity," terang Agus.

Wakil Bupati Mamasa, Marthinus Tiranda menyambut baik penyerahan APD dan disinfektan tersebut.

Ia mengatakan peningkatan kewaspadaan terhadap PMK ini harus segera dilakukan dengan memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa.

"Juga bekerja sama dengan pemangku adat, kepolisian dan TNI, serta dinas terkait dan tentunya masyarakat dalam mengatasi PMK ini," ujarnya.

Saat ini Kecamatan Tabang, sudah menerapkan lockdown untuk lalu lintas hewan ternak.

Tak ada satupun hewan ternak yang dibiarkan masuk dan keluar dari daerah tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved