BPOM Mamuju Rilis Kosmetik yang Mengandung Bahan Berbahaya, Ini Daftarnya

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) telah merilis daftar 33 produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Habluddin Hambali
ist
Pamplet daftar rilis 33 jenis kosmetik Ilegal dan tak miliki nomor ijin edar yang dikeluarkan BPOM Mamuju.(Ist). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) telah merilis daftar 33 produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya atau mengandung  merkuri.

Merkuri atau raksa ini merupakan unsur kimia alami yang dapat ditemui dalam batu-batuan, biji tambang, di perairan, tanah, maupum udara.

Menurut WHO, paparan merkuri dapat berpotensi menimbulkan efek toksik ke sistem saraf, pencernaan, imun, paru-paru, ginjal, kulit, hingga mata.

WHO juga memasukkan merkuri sebagai satu dari 10 bahan kimia utama yang paling mengancam kesehatan masyarakat.

Namun, produk kosmetik berbahan merkuri masih banyak dijumpai di pasaran.

Sehingga,  BPOM melakukan razia-razia di sejumlah pasar yang ada di setiap kabupaten.

Hasilnya, ada 33 produk kosmetik disita yang tidak memiliki izin edar di pasaran.

Hal itu disampaikan Kepala BPOM Mamuju, Lintang Jaya Purba saat dihubungi, Minggu (7/8/2022).

"Ada 33 produk yang kita amankan saat aksi penertiban, belum terdaftar, dan tidak memiliki ijin edar," kata Lintang Jaya Purba.

Bahkan, lanjut Lintang ada beberapa kosmetik yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri dan hidrokinon.

Kosmetik tersebut dapat merusak permukaan kulit jika digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Dia pun menghimbau masyarakat untuk selalu membeli kosmetik yang ada nomor izin edar dari BPOM, dapat melalui aplikasi cek BPOM.

"Kemudian waspada untuk kosmetik yg tidak ada bahasa Indonesia, tidak ada alamat pabrik dan efek pemutih yang cepat," ungkapnya.

Berikut ini 33 daftar rilis kosmetik Ilegal yang dikeluarkan BPOM Mamuju :

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved