Berita Mamuju

Marak Penjual Kosmetik Ilegal, BPOM Mamuju Awasi Grup Dagang Facebok di Sulbar

Hal itu diketahui setelah Balai POM Mamuju terus melakukan pengawasan di media sosial bersama dengan tim siber.

Penulis: Abd Rahman | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman
Barang Kosmetik Ilegal diamankan BPOM Mamuju, Senin (2/8/2022) 

TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM ) Mamuju, akan terus mengawasi pasar kosemetik ilegal di media sosial.

Balai POM Mamuju banyak menemukan penjualan kosmetik ilegal di media sosial seperti Facebook atau Market Place.

Kosmetik ilegal tersebut dijual di sejumlah grup dagang Facebook di Sulawesi Barat (Sulbar).

Baca juga: BPOM Mamuju Amankan 1.002 Kosmetik Ilegal Senilai Rp37 Juta, Mengandung Bahan Berbahaya

Baca juga: BPOM Mamuju Uji Sample Takjil Buka di Pasar Lama Topoyo Mamuju Tengah, Ini Hasilnya

Hal itu diketahui setelah Balai POM Mamuju terus melakukan pengawasan di media sosial bersama dengan tim siber.

Koordinator Kelompok Subtansi Pemeriksaan BPOM Mamuju, Hidayat Jusuf mengatakan, tim siber melakukan pengawasan untuk mendeteksi para pelaku penjual kosmetik ilegal.

"Dari informasi tim siber, kami tim penindakan mencari tahu keberadaan pembuat kosmetik ilegal tersebut," terang Hidayat saat pres rilis di Balai POM Mamuju, Desa Bambu, Mamuju, Senin (2/8/2022).

Selain itu, Balai POM Mamuju terus mengawasi sejumlah grup dagang di Facebook seperti grup dagang Polman dan Mamuju.

Hidayat menjelaskan, produksi kosmetik di Sulbar itu belum ada.
Namun para peracik kosmetik ini yang dijual di media sosial ini menggunakan branding nama mereka sendiri.

"Mereka mencampurkan bahan-bahan yang sudah teregistrasi dari BPOM, sehingga prodak mereka se olah-olah sudah aman," sebutnya.

Kepala Balai POM Mamuju Lintang Jaya Purba saat menunjukan barang kosmetik ilegal di Kantor BPOM Mamuju, Desa Bambu, Mamuju, Selasa (2/8/2022).
Kepala Balai POM Mamuju Lintang Jaya Purba saat menunjukan barang kosmetik ilegal di Kantor BPOM Mamuju, Desa Bambu, Mamuju, Selasa (2/8/2022). (Abdul Rahman/Tribun-Sulbar.com)

Padahal kata Hidayat, untuk memproduksi atau meregistrasi prodak kosmetik harus melalui banyak tahapan atau proses.

"Jika ada penjualan kosmetik ilegal di media sosial pasti kami tahu, dengan pengawasan tim siber," ungkapnya.

Sebanyak,1.002 item produk dengan 944 produk tanpa izin edar dan 58 produk diduga mengandung bahan berbahaya.

Barang kosmetik ilegel tersebut diamankan di tiga kabupaten di Sulawesi Barat, di antaranya di Mamuju Tengah, Polewali Mandar dan Mamuju.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved