Tambang Emas Ilegal

Bos Tambang Emas Ilegal di Mateng Tidak Komperatif, Balai Gakkum Sulawesi Akan Tindak

Petugas gabungan berhasil mengamankan dua unit alat berat jenis excavator yang diduga milik pengusaha tambang emas ilegal Mamuju Tengah tersebut.

Penulis: Abd Rahman | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Abd Rahman
kepala Unit (Kanit) Penyidikan Pos Gakkum Mamuju, Indra L Marundu, saat ditemui Tribun-Sulbar.com, di Pos Gakkum Mamuju, Jl Cut Nyak Dien, Mamuju, Jumat (29/7/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pengelola atau pemodal tambang emas ilegal di Desa Sanjango, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah,tidak komperatif penuhi panggilan penyidik dari Gakkum Mamuju Seksi Wilayah II Palu, Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Wilayah Sulawesi.

Sebelumnya terjadi penggerebekan tambang emas oleh tim gabungan dari pihak aparat penegak hukum, pada Rabu (27/7/2022) lalu.

Petugas gabungan berhasil mengamankan dua unit alat berat jenis excavator yang diduga milik pengusaha tambang tersebut.

Saat ini, Balai Gakkum menahan dua orang dan ditetapkan sebagai tersangka yakni inisial NR sebagai logistik, AR sebagai penanggungjawab.

kepala Unit (Kanit) Penyidikan Pos Gakkum Mamuju, Indra L Marundu,mengatakan tambang emas tersebut sudah beroperasi selama satu bulan.

"Sampai saat ini pelaku, pemodal belum dapat memperlihatkan izin operasi, sehingga itu tambang ilegal," terang Indra Marundu saat ditemui Tribun-Sulbar.com, di Pos Gakkum Mamuju, Jl Cut Nyak Dien, Mamuju, Jumat (29/7/2022).

Dijelaskan dua orang yang diamankan itu telah ditetapkan sebagai tersangka dengan pasala yang disanggkakan pasal 78 Junto 17 UU 18 2013 dan pasal 50 UU tentang kehutanan.

"Menyebutkan setiap orang dilarang menggunakan alat berat di dalam kawasan hutan lindung," lanjutnya.

Sementara itu pemodal atau bos tambang emas yang sudah beroperasi selama satu bulan itu sampai saat ini masih belum diamankan.

"Pelaku atau pemodal dari tambang itu, belum kooperatif dan saat ini belum bersedia untuk dipanggil, bosnya itu inisial WS," jelas Indra Marundu.

Dijelaskan orang yang membuka tambang emas tersebut sampai saat ini masih dalam proses pemanggilan.

Sebab dua orang yang ditetapkan tersangka hanya berperan sebagai operator atau pekerja lapangan.

"Bosnya sampai sekarang ini belum mau ketemu kita, nantinya kita akan panggil secara resmi," ujarnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved