Imigrasi Polman

WNA Ilegal Asal Bangladesh Ternyata Sudah Punya Istri dan 3 Anak di Majene

WNA berinisial MH dipulangkan ke negara asalnya karena melanggar Pasal 8 Ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Ilham Mulyawan
Hasan Basri/Tribun-Sulbar.com
Imigrasi polman memulangkan WNA asal bangladesh ke negara asalnya pada Rabu (27/7/2022) besok 

 

TRIBUN - SULBAR. COM, POLMAN - Warga Negara Asing (WNA) asal Bangladesh ditangkap dan akan dideportasi Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polewali Mandar (Polman) pada Rabu (27/7/2022) besok.

Selama berada di Sulawesi barat, WNA ini tinggal di Desa Talambalao, Kecamatan Tammeroddo, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat selama sepuluh tahun lebih.

Selama itu pula, ternyata dia sudah memperistri warga lokal dan memiliki tiga anak.

Baca juga: Imigrasi Polman Deportasi WNA Bangladesh, Tinggal di Majene dan Tak Punya Dokumen Izin Tinggal

WNA berinisial MH dipulangkan ke negara asalnya karena bersangkutan tidak memiliki Dokumen Perjalanan/Paspor dan Visa/Izin Tinggal yang sah dan masih berlaku

Selama di Indonesia hampir sepuluh tahun lebih ,tepatnya 2008, ia tidak memiliki dokumen perjalanan atau paspor dan visa/izin tinggal yang sah dan masih berlaku.

MH mengaku datang ke Indonesia dengan izin visa liburan.

Namun pada saat itu, barang barang beserta dokumen penting milik nya hilang atau kecurian di Bandara.

Tetapi, MH tidak melaporkan karena takut dan bingung. Apalagi istrinya kala itu sedang sakit.

"MH mengaku barang barang berserta dokumennya hilang pada saat di Bandara," kata Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat, Andi Pallawarukka dalam jumpa pers di ruang Aula Kantor Imigrasi Polewali, Selasa (26/7/2022) .

Andi Pallawarukka didampingi langsung Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polewali Mandar, Erybowo Radyan Asmono dan pejabat teras Imigrasi Polman.

Ia tinggal menetap di Indonesia sudah hampir sepuluh tahun lebih, tepatnya 2008 silam.

"Ada anaknya ada yang masih ada berumur delapan tahun, "kata Andi Pallawarukka.

Oleh karena itu, berhubung MH sudah memiliki keluarga di Indonesia, dan alasan kemanusiaan, maka deportasi dilakukan tidak disertai penangkalan.

Sehingga kedepannya Warga Negara Bangladesh ini dapat masuk kembali ke Wilayah Indonesia dengan alasan penyatuan keluarga.

Namun dengan syarat yang bersangkutan harus sudah memiliki dokumen perjalanan/paspor dan visa/izin tinggal yang sah dan masih berlaku.

Pemulangan MH dijadwalkan pada hari Rabu (27/7/2022) melalui Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar menuju Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta.

Selanjutnya pada hari Kamis (28/7/2022) di Deportasi ke negara asalnya Bangladesh dengan pengawalan dari Tim Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polewali Mandar dan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved