Berita Polman

Suka Duka, Ludi Purnama Putra Sebagai Petugas Pemadam Kebakaran: Pernah Dilempar Batu

"Kita harus siaga 24 jam, kapan pun harus selalu siap menjalankan tugas demi kemanusiaan dan menyelamatkan nyawa orang," ucap Ludi.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
Tim Operasional Damkar Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Ludi Purnama Putra (tengah) 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN -Menjadi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) merupakan satu kebanggaan dan panggilan jiwa.

Hal ini yang membuat Ludi Purnama Putra, ikhlas menjalani tugasnya sebagai seorang penjinak api.

Ludi sudah hampir enam tahun mengabdikan diri sebagai seorang petugas pemadam kebakaran di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Polman.

Tim Operasional Damkar Polman ini menyampaikan, menjadi seorang petugas pemadam kebakaran merupakan profesi yang berisiko tinggi.

Pasalnya, petugas pemadam harus bertarung nyawa. Memadamkan kobaran api bukan hal yang mudah.

Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Persib Bandung vs Bhayangkara FC, Tonton Live Streaming Indosiar

Baca juga: Tembus Delapan Besar Piala Nusantara Open 2022, Pelatih PSM U-16 Benahi Lini Belakang

Tim Operasional Damkar Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Ludi Purnama Putra (tengah)
Tim Operasional Damkar Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Ludi Purnama Putra (tengah) (Ist/Tribun-Sulbar.com)

Butuh kekuatan fisik dan psikis serta waktu. Kapan pun dibutuhkan saat terjadi kebakaran harus siap terjun ke lapangan.

"Kita harus siaga 24 jam, kapan pun harus selalu siap menjalankan tugas demi kemanusiaan dan menyelamatkan nyawa orang," ucap Ludi kepada Tribun, Minggu (24/7/2022).

Dia menceritakan selama enam tahun mengabdikan diri sebagai pasukan merah, pernah merasakan perbuatan tidak menyenangkan.

Pada waktu itu, mendapat lemparan batu dan cemohan dari oknum warga setiba di lokasi kebakaran.

Waktu itu, kebakaran di daerah Kanan Polman. Pada saat mobil pemadam telat sampai, karena kecelakaan di jalan ketika menuju lokasi.

"Saya pernah dilempari batu pada saat tiba dilokasi, tapi kami tidak pernah melawan, karena kami ikhlas menjalankan tugas demi kemanusiaan," sebutnya.

Selain itu, tantangan bertugas menjadi pemadam adalah biasa mendapat laporan fiktif atau hoax dari oknum warga yang tidak bertanggung jawab.

Ha tersebut tentu membuat petugas resah atas aksi jahil orang tak bertanggung jawab ini dan terkesan mempermainkan para petugas.

Tantangan lain dihadapi para petugas damkar adalah masih ada pihak atau pun masyarakat belum memahami aturan prioritas dijalan.

Mereka sering menghadapi hambatan saat menuju lokasi, karena pengendara tidak memberikan jalan, padahal sirine sudah dibunyikan dari jauh.

Ia juga berharap kepada pemda kedepan bisa lebih memajukan dan memperhatikan kesejahteraan petugas damkar, serta fasilitas keamanan dalam menjalankan tugas

"Karena tugas kami bertaruh nyawa dan membutuhkan skill tinggi dan penuh kehati-hatian," harapnya.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved