Berita Sulbar

60 Ekor Sapi Mati di Pasangkayu Akibat Virus Jembrana, Dokter Hewan: Baru Masuk di Sulbar

Kejadian 60 ekor sapi mati akibat virus Jembrana berada di Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu.

Penulis: Abd Rahman | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribunnews.com
ILUSTRASI: Sejumlah sapi milik warga mati mendadak 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sebanyak 60 ekor sapi di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.

Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pasangkayu memastikan virus yang menyerang 60 ekor sapi tersebut hingga mati adalah Jembrana.

Kejadian 60 ekor sapi mati akibat virus Jembrana berada di Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu.

Fungsional Medik Veteriner Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulbar drh Muh Syukur Hamdan Ali, mengatakan, virus Jambrana ini baru masuk di Sulawesi Barat (Sulbar) dan langsung terdeteksi di Pasangkayu.

"Penyakit ini excotik (asing) dan belum pernah ada di Sulbar, dan baru tahun masuk di wilayah Sulbar," kata drh Syakur saat dihubungi Tribun-Sulbar.com, Sabtu (16/7/2022).

Dia menuturkan, dokter hewan di Pasangkayu melaporkan kejadian kematian hewan ternak sapi tersebut pada 10 Juli 2022 lalu.

Setelah kejadian itu, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan dokter hewan di Pasangkayu untuk membatasi lalu lintas keluar masukya hewan ternak.

"Kita sudah lakukan edukasi ke para peternak untuk memperhatikan hewan ternak sapi," ujarnya.

Karena hingga saat ini, obat dan vaksin untuk virus Jambrana pada sapi ini belum ada di Sulbar.

Bahkan, penyebaran masuknya virus tersebut masuk di Sulbar belum diketahui secara pasti dari mana penyakit ini berasal.

"Kita hanya memberikan obat untuk sapi di sana. Kemudian kami sudah menyurat ke Kementerian Pertanian untuk meminta suplay vaksin dan obat," tandasnya.

Diketahui, sebanyak 60 ekor sapi di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar) mati terserang virus Jembrana.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pasangkayu, Agus Subekti, saat dikonfirmasi via telepon, Sabtu (16/7/2022).

"Sapi mengalami kelemasan dan sakit ingusan hingga mati secara perlahan," ungkap Agus kepada wartawan Sabtu (16/7/2022).(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Abd Rahman

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved